kebiasaan hetrick!

Ngaseh komeng dimana-mana adalah  cara  terbaik supaya blog kita dilirik orang lain.  Isinya terserah nyang koment, ada nyang  sesuai tema, nyang ngajak guyon, ngajak berantem, sampe2 ada nyang pasang iklan buat promosiin blognya sendiri. nyang parah sampe bikin saya shock  😦  adalah ketika blogger ngasih koment dengan berhetrick ria. Koment2 sampah semacam itu tak dapat dipungkiri saya pun pernah melakukannya. Khan tadi dah bilang:bebas berkomen ria. Para tersangkanya adalah:

@ si kapten hoek nyang bikin orang2 pada shock

@ almascatie 

@ caplang

@ mbelgedez

@ dobelden

@ D.B 

dan masih buanyak buangeds para tersangka yang sering berkeliaran di blogsphere

ku buat hancur pidatonya!

Suatu kali pak Maman dipuji-puji karena beliau ini orator yang sangat ulung. Kata-katanya bisa menyihir banyak orang. Orang bisa terpengaruh dan melakukan hal-hal yang pak Maman perintahkan. O iya pak Maman ini tukang pidato pada sholat jumat alias seorang khatib. Jika sudah di mimbar orang terasa tersihir dengan kata-katanya hingga tertegun mendengarkan pidatonya. Suatu kali sang istri mendengar pujian dari orang-orang disekitarnya. Bu maman ini kemudian berkata pada semua orang: “besok akan ku buat suamiku tak bisa bicara (pidato)”

Karena setiap jumat dia harus memberikan khutbah, jauh hari sebelumnya pak Maman mampersiapkan naskah pidatonya. Hari senin ketika hendak menuliskan naskahnya, istrinya menyuruhnya membelikan sesuatu diwarung, ia pun tidak jadi menulis, setelah pulang ia lanjutkan lagi menulis, istrinya kembali menyuruhnya menggendong anaknya yang sedang menangis kejadian ini berlangsung hingga hari kamis. Kamis malam  dengan terkantu-kantuk ia menulis naskahnya.

Akhirnya jumat pagi telah tiba, naskah khutbah belum jadi. Saat sholat jumatpun tiba. Pak Maman pergi ke masjid dengan wajah lesu karena naskahnya belum jadi. Tiba saatnya dia naik keatas mimbar.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulilahi robil alamin asholatu wasalam ala muhamadin wa ala alihi shohbihi wasalam.

amma bakdu

…………………

………………….

…………………

amma bakdu

………………….

………………….

…………………….

amma bakdu

begitu seterusnya ia hanya mengucapkan “amma bakdu, amma bakdu” para hadirin tercengang heran melihat pak Maman gelegapan tak bisa bicara.

*fiktif*

*artikel terkait MONYONGMU

pada siapa kita bicara?

Ketika adek kita yang bayi mulai mengucapkan sebuah kata, betapa bahagianya kita. Dengan susah payah dia berusaha berkomunikasi kita lewat kata-katanya yang mungkin sulit bagi kita untuk memahami apa maksud si adek. Dan ketika maksudnya tidak tercapai, tangisanlah yang menjadi senjata berikutnya.

Itu bagi adek kita yang masih bayi, bagaimana dengan kita yang sudah bertahun-tahun mengobral kata disana-sini, berbicara ngalor ngidul nggak jelas, membual dengan janji-janji, mencaci-maki, maupun berpuisi ria pada kekasih. Tentunya kita lebih lihai dengan segala keterampilan kita untuk meluapkan kata.

Kita nggak usah repot-repot kursus berbulan2 untuk mengeluarkan banyak kata, tinggal buka mulut, ribuan kata keluar dengan sendirinya. Namun jika hanya yang keluar hanya omong kosong kita bisa saja menjadi bahan tertawaan.

Pernahkah berbicara didepan banyak orang? dalam acara diskusi, seminar, pidato pada ulang tahun, ataupun hanya melontarkan pertanyaan didepan orang banyak. Terus terang bagi saya pribadi, berbicara didepan banyak orang sudah sering saya lakukan sejak SMA karena tuntutan jabatan dalam organisasi. Namun saya merasa tidak pernah bisa melontarkan kata yang bisa dimengerti oleh pendengar. Masalahnya adalah tidak semua orang mengerti apa yang kita maksudkan pada ucapan kita.

Kadangkala kita harus menyampaikan sesuatu dengan peng-logika-an yang paling sederhana agar pendengar mengerti apa yang kita maksudkan. Apalagi saya ini calon guru yang dituntut banyak bicara didepan kelas. Mungkin tahun depan saya akan PPL disebuah sekolah untuk mengaplikasikan kemampuan saya. Untuk berbicara lugas didepan kelas saya rasa belum bisa dilakukan dengan baik.

Seseorang pernah berkata, jika kita berbicara dengan pejabat, posisikan kita sebagai pejabat begitu juga jika kita berbicara dengan seorang petani, posisikan diri kita sebagai petani agar pembicaraan kita bisa terarah, tidak miss communication.

Ada juga orang yang tidak pandai berbicara, namun ia pandai mengungkapkannya lewat tulisan, walapun banyak yang menguasai keduanya (berbicara dan menulis) namun sangat jarang. Ada juga seseorang yang harus menyusun dulu kata2yang ingin disampaikan.

bagaimana dengan anda?