Malam Tahun Baru;Hura-Hura jadi Huru-Hara

j.jpg

Tentu, siapa sich yang nggak mau melewatkan tahun baru dengan bersama teman, sahabat, keluarga dengan berpesta?. Sah-sah saja kalau hal tersebut dilaksanakan. Biasanya pusat-pusat keramaian seperti Alun-alun kota (dijawa), hotel, tempat hiburan, restoran menjadi ajang moment paling bersejarah karena, ya, memang terjadi setahun sekali.

Di pusat kota misalnya, ribuan bahkan ratusan ribu orang berkumpul untuk menyaksikan detik-detik pergantian tahun. Dengan menyalakan kembang api, meniup terompet dan perangkat semacamnya demi kesenangan menyambut moment pergantian tahun. Biasanya juga diadakan live music untuk memeriahkan acara tersebut. Semakin ramailah suasana malam tahun baru.

Namun mereka kadang larut dalam hura-hura sehingga tidak mengindahkan aturan yang ada. Berkonvoi disepanjang jalan sehingga membuat macet jalanan. Khususnya bagi mereka yang menggunakan kendaraan umum, seperti bis, truk, pick up dan lainnya, mereka lebih tidak mematuhi peraturan dan membahayakan keselamatan mereka sendiri bahkan orang lain. Apa pasal? mereka kadang melempar kembang api kearah pengendara lain, ada yang membawa pentungan kayu untuk menyambit kendaraan pawai lain. Tak ayal setiap penyambutan malam tahun baru mesti ada saja yang menjadi korban.

Walaupun para petugas dari kepolisian telah dikerahkan ke pusat-pusat keramaian, namun mereka masih bisa kecolongan. Tindak kekerasan karena semua orang “terbawa suasana” bisa saja terjadi. Ini yang harus bisa diantisipasi.

Sebagai Introspeksi dan Toleransi

Malam Tahun Baru hendaknya dijadikan wadah introspeksi untuk perbaikan dimasa mendatang. Apa saja yang memerlukan perbaikan yang dimasa lalu yang belum bisa kita laksanakan. Tentang kehidupan kita; kehidupan rumah tangga, pertemanan, karir, kuliah, sekolah dan lain-lain agar kehidupan ini tidak stagnan dan atau bahkan mungkin menurun tidak ada perubahan.

Keinginan ataupun kewajiban yang sama sekali belum terlaksana ditahun yang telah lalu hendaknya bisa diwujudkan ditahun yang baru ini. Tentunya dengan pengalaman tahun lalu, tahun yang baru ini bisa diperbaiki dengan “strategi lain” agar tidak seperti tahun sebelumnya.

Kita juga harus bercermin pada beberapa bencana yang tahun ini banyak terjadi diberbagai daerah. Terasa “kejam” jika kita berhura-hura diatas penderitaan orang lain. Mereka (para korban bencana) lebih memerlukan pertolongan kita daripada secara egois, melaksanakan pesta tahun baru.

 

Sumber:

27 thoughts on “Malam Tahun Baru;Hura-Hura jadi Huru-Hara

  1. Tidur setahun aja deh!😛

    Yang bikin huru-hara itu memang dasar orangnya saja yg gitu. Gak musti malam taun baru, pas konser, kampanye, ato apalah yg acara rame2 jg bikin rusuh😕

  2. taun baru enakan nonton dvd pilem dirumah, sambil minum kopi, makan kacang, ngemil lainnya, n kalo udah kekenyangan tinggal nggelesor. terbebas kan dari ancaman pentungan nyasar:)

  3. @ atmo4th
    yach…keknya semua orang pada tidur nich :mrgreen:
    @ mataharicinta
    wakakakakakaka dasar tukang ngemil 😦
    @ Mihael “D.B.”Elinsworth
    weks…gitu yaks? :mrgreen:
    @ Hanna
    met tahun baru jugax 😀
    makasih :mrgreen:

  4. Demi hura- hura yang jangan sampai jadi huru- hara,
    Dihimbau kepada para Blogger untuk tetap dekat2 kompi Anda,
    Dimanapun Anda berada,
    Guna mengantisipasi detik2 pergantian tahun yg ditandai dengan posting/komen/reply bersama,

    Becanda, becanda,

    Kalo yg ini serius kawan,

    Selamat Tahun- baru 2000-Delapan,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya yang aman dan nyaman,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya, dimana semua orang bisa makan,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya, dimana semua orang punya hunian,

  5. Selamat Tahun- baru 2000-Delapan,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya yang aman dan nyaman,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya, dimana semua orang bisa makan,
    Semoga menjadi awal dari tahun- tahun berikutnya, dimana semua orang punya hunian,

    dan…..semoga saja semua itu bisa terjadi 🙄

  6. Iya tuch…

    Aku sejak awal sejak baca di koran ada himbauan : “Banyak bencana, jangan hura-hura” aku udah mikir : “Wah.. ke lab aja internetan, bloging, sama chating”

    Tadi di ajak temen, tapi jauh betul… jadi males. Tapi nanti niatnya menjelang tahun baru ke lantai 4 kampus, kalo-kalo ada kembang api kelihatan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s