Punk

images2.jpeg
images4.jpeg

Apa itu Punk?

Punk merupakan suatu gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Punk yang lahir di london, inggris ini, pada mula kelahiran budayanya selalu dikacaukan oleh golongan skinhead (sub-budaya yang bercirikan kepala botak). Namun saat punk merajalela di amerika (1980an) golongan punk dan skinhead menyatu karena mempunyai semangat yang sama.

Gerakan punk di Amerika ini dipicu keadaan ekonomi dan keuangan yang ditimbulkan kebobrokan para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Anggota punk ini adalah sekelompok anak pekerja yang berusaha memprotes para penguasa melalui lagu dengan musik dan liriknya yang sederhana namun terkadang kasar dengan beat yang kerasa dan menghentak.

Anak-anak Punk menganut DIY (do it yourself/lakukan sendiri) karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup sesuai keinginan mereka.

Fashion Punk

Anak-anak punk dapat dikenali dengan gaya fashion mereka, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Aliran Musik

Punk berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Istilah-istilah Punk

  • Hardcore Punk merupakan salah satu genre atau jenis jenis musik yang merupakan subordinat dari Punk.
  • Anarko-punk adalah bagian dari gerakan punk yang dilakukan baik oleh kelompok, band, maupun individu-individu yang secara khusus menyebarkan ide-ide Anarkisme.

Sumber dari sini