untuk (mu?)

curhat najis lage….  😳

Semarang, 28 Mei 2008

Kepadamuh di sanah

dolo, waktuh akuh jadih panitia ospek, akuh tak sengajah lihat CV muh tertera di deretang daftar pesertah. potoh, data diri, sgala hal mengenaimuh tergores jelas di kertas ituh. nomor hapemuh pon ikut terpampang. ku coba gunakang nomor ituh siapa tahu kau meresponnyah. dan memang kau meresponnyah dan sgala hal tentang ospek kau tanyakan kepadakuh. malam hari kau jugax menelponkuh dan hanyah soal ospek. ya mungking sebuah awal perkenalan walaupon kitah belon pernah ketemuh langsung.

dan kitah pon kopdar *hayah* setelah ospek berlangsung, namun kau tidak mengenalkuh. baru setelah beberapa minggu, kitah bertatap dan bergelayudh dalam katah2 di sebuah gazebo. akuh memintamuh membuat sesuwatuh buwat majalahkuh. dan setelah ituh tak ada lagi tatap dan gelayutan katah2 menghiasi kitah.

dari CV ituh, ku tahu hari ulang tahunmuh bulan februari, akuh pon hanyah bisak mengucapkannyah lewat hape karena waktuh ituh memang kuliahan sedang libor panjang. dan berjalannyah waktuh kitah tak lagi bertemuh ataupon sekedar sms.

setahun berlalu, akuh jadih teringat padamuh lagi, dan mencoba mendial nomormuh yang dolo. betapa kaget ternyatah kau tak lagi kuliah disinih dan pindah ke jogja. alamak, cuma beberapa kalih kitah bertatap, kau ternyatah kini nun jauh disanah. waktuh pon berlalu hingga setahun kemudian berjalan.

owf, betapa kagetnyah ketika kemarin setelah akuh donor darah kulihat kau ada didekatkuh, membelakangi tempat dudukkuh hanya sejengkal. ingin rasanyah menyapamuh. tapi urung ku lakukan, akuh takut setelah dua tahun sejak pertama kitah kenal kini mungkin kau tak mengenalikuh lagi. padahal hanyah sejengkal. akuh pun mencoba mengirim beberapa sms ke nomormuh yang dolo. agaknyah kau tak bergerak sedikitpon pertanda ada getaran hapemuh. uph, apa mungkin kau telah berganti nomor. ah sudahlah. melihatmuh lagi sajah akuh sudah senang. akuh pun beranjak dari tempat duduk dan pergi. sebelumnyah akuh pon meminta tolong padah temankuh untuk menanyakan apa benar ituh kamuh, NAWANG? dan memang ituh kau.

ah, sudahlah, memang kitah hanyah ditakdirkan sekedar mengenal sahaja dan kemungkinan untuk jadih teman sulit rasanyah. tappi akuh sudah senang bisak mengenalmuh NAWANG PUTRI SENDANG……

sekian

ttd

Yusuf