Untitle

dear bidadari nan manis belahan jiwaku

sayangku bidadariku nan manis, telah lama suka duka ini kita lewati bersama. bersamamu, hampir tak ada kepedihan berarti yang menusuk langkah kita. sayang, seperti yang sering keluar dari mulut manismu, kalaulah kita saling mengerti dan menjaga, niscaya jalinan kasih ini akan tetap terjaga. kau mengerti akan diriku dan akupun berusaha mengerti semua tentangmu. walaupun kau lebih tahu tentangku daripada diriku sendiri. dan terkadang aku yang tak mengerti apa yang kau sembunyikan dalam diammu.

khumairo yang menghiasi setiap malam-malamku, jujur kuakui kalaulah diri ini tak seperti yang kau harapkan, aku pun hanya bisa berusaha dan berusaha. sekuat tenaga untuk mengerti dirimu, maumu, dan asamu. berusaha sekuat tenaga menjadi pejantan tangguh yang kau banggakan dan kau andalkan. menjaga dan melindungimu. menghiasi mimpi-mipimu. dan menaburkan bunga kasih diantara kita.

belakangan, mungkin karena salahku ataukah karena begitu besar inginmu, tak sanggup aku penuhi inginmu itu. kau tampak kecewa karenanya. maafkan aku, takkan ku ulangi itu lagi agar kau tetap menyungging senyum. karena dengan itu aku kuat. mengertilah sayang, dengan sgala kekuranganku, aku berusaha membahagiakanmu.

aku kangen dengan manjamu yang terkadang membuatku gemas. saat ku duduk, kau rebahkan diri dipundakku dan akupun mencumbu rambutmu dan membelainya. taukah kau bidadariku? saat-saat itulah yang paling aku sukai. karenanya, dulu setelah kau potong rambutmu tanpa sepengetahuanku, rasa kecewa sempat menghampiri, karena aku begitu suka ketika membelai rambutmu.

sayang, berjanjilah, ketika semua ini mendatangkan akhir cerita kehidupan, aku ingin tenang disisiMU dan mu. berjanjilah akan tetap menjadi bidadari yang slalu ku inginkan dan kubanggakan, karena tanpaMU dan mu, apalah arti hidup ini.

*) tanpa bermaksud mengurangi rasaku padaMU

pejantan tangguhmu

yusuf