Kepemimpinan di Indonesia

Rakyat di negara manapun berkewajiban untuk mengangkat seorang pemimpin. Kewajiban ini didasarkan pada kebutuhan seseorang yang sanggup mengatur dan memenuhi kebutuhan rakyat yang dipimpinnya.  agar kehidupan berbangsa dan bernegara berjalan dengan teratur dan rakyat hidup makmur. seorang pemimpin diangkat untuk memenuhi amanat rakyatnya. menjalankan kepemimpinannya untuk memenuhi setiap kebutuhan rakyat.

imam (pemimpin) itu merupakan pelayan, dimana dialah yang bertanggung jawab mengurusi rakyatnya. (HR.ahmad,bukhari , muslim dari ibnu umar)

bukan rakyat yang harus melayani pemimpin, tapi pimpinanlah yang harus melayani masyarakat. pemimpin melayani/mengatur rakyat untuk urusan dalam negeri maupun luar negeri. pemimpin memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan rakyatnya. pemimpin mengayomi rakyatnya. selain itu pemimpin juga harus bisa mengatur dan mengelola kekayaan negara untuk kemakmuran rakyat. bukan mengeruknya untuk kepentingan pribadi. pemimpin menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi menyangkut kehidupan rakyatnya.

kewajiban rakyat adalah mematuhi setiap perintah pemimpin. rakyat harus loyal terhadap perintah yang diberikan pemimpin sepanjang tidak merugikan, baik seseorang maupun khalayak. tentu saja perintah itu merupakan amanat dari undang-undang.

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

diriwayatkan oleh ubadah bin shamit: rasulullah SAW mengajak kami membaiatnya, lalu kami membaiat beliau, lau beliau mengajarkan kami bagaimanakami harus berbaiat:kami berbaiat kepadanya,untuk mendengar dan mentaati (perintahnya). Baik dalam keadaan yang kami senangi, ataupun kami benci, dalam keadaan sulit ataupun lapang. Serta tidak mendahulukan urusan kami, dan agar kami tidak menentang penguasa kecuali apabila terlihat kekufuran yang nyata, yang kamu punya bukti atas dasar wahyu allah (HR. Bukhari 7055-7056)

Seperti dijelaskan diatas bahwa rakyat memilih seorang pemimpin berdasarkan kebutuhan. kebutuhan untuk memenuhi amanat rakyatnya. dalam islam, pemimpin dipilih dan diajukan oleh rakyat. maka tak sembarang orang yang bisa di calonkan sebagai pemimpin. seorang harus mempunyai kriteria sebagai pemimpin yang amanat. agar nantinya rakyat dipimpin dengan adil. maka dari itu, tak mudah bagi kita untuk menjadi pemimpin karena kalau tidak amanat, bisa merugikan rakyat yang dipimpinnya.

tak seperti di indonesia, kebanyakan orang mengajukan diri untuk dijadikan pemimpin. tanpa tahu apakah amanat dan sanggup memimpin dengan baik atau tidak. dengan modal uang banyak untuk menggalang massa, seseorang bisa dijadikan pemimpin. karena mereka tahu bahwa rakyat indonesia masih terlalu bodoh dan gampang dibodohi. rakyat indonesia bodoh karena hanya dengan beberapa lembar rupiah, mereka mengorbankan diri selama bertahun-tahun dengan mengangkat seseorang yang tidak becus memimpin sekaligus punya mental korup.

politik uang dalam pemilihan pemimpin seperti menjadi hal yang lumrah di kalangan masyarakat. dalam pemilihan gubernur, bupati/wali kota bahkan pemilihan lurah di desa tak lepas dari politik uang. di kebanyak an desa, lurah yang terpilih adalah mereka yang mempunyai banyak uang. para calon lurah berusaha menggalang massa dengan memberikan beberapa rupiah, sebungkus rokok atau pun memberikan seekor kambing untuk dimasak ramai-ramai. rakyat bukanya menolak tapi karena memang sudah mendarah daging, politik suap itu menjadi hal yang biasa. mereka akan bertanya berapa yang akan diberikan jika memilih salah satu calon. ironis.

kebaikan suatu negeri tidak bergantung pada pemimpinnya atau rakyatnya saja, melainkan keduanya. rakyat harus memilih pemimpin yang amanat. jangan sampai salah memilih pemimpin. jika pemimpinya berbuat keburukan maka rakyatnya wajib mengingatkan bukan malah membiarkan.


20 thoughts on “Kepemimpinan di Indonesia

  1. memang masih begitu.
    terutama di daerah -daerah pinggiran yang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan di perkotaan. pokoke siapa yang bagi- bagi duit, dialah yang dicoblos.
    masyarakat hanya memikirkan keuntungan sesaat dengan mendapatkan materi instan saat itu juga, tapi tak berpikir ke depan.
    itulah pr kita semua.

  2. Kalo memang ad politik uang dalam pilkada seharusnya harus diusut. kalo dibiarkan yah tentunya akan terus ketidakjujuran melanda pilkada2 Indonesia. sayang.

  3. Salam ….

    wah endonesia-endonesia saya pilih siapa …..

    klo saya boleh coment pemimpin di negeri ini rata-rata Monoton ….

    mau melihat orang kecil klo bulan puasa aja ,berbagi karena masuk TV

    PILIH YANG PRIBADI AJA AH….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s