di balik postingan sampah abee

ngebaca komengtar kang Fachri disini, beliau nyaranin kalok setiap postingan (nyang kebanyakan curhat narcis najis sayah, hahahaha) harus dikasih hikmah biyar ada manfaat bagi orang laen. hmmmm…ngebaca komengtar ituh, sayah jadi malu dan ngaca sendiri pada diri sayah. apakah setiap postingan sampah sayah di blog ini udah memberikan semacam pelajaran nyang berarti bagi orang lain nyang ngebacanyah.

di postingan sampah ituh, sayah sengaja mbikin forum pendapat sahabat abee mengenai blog sayah. sayah sangat berterima kasih pada sahabat semuah yang telah memberikan apresiasi pada postingan sampah tersebut. terima kasih atas berbagai saran nyang mangsup. sayah terima dan sayah langsung terapkan. contohnyah sarangnyah dindacute, sayah langsung ngganti tema jadi 3 kolom, udah khan, din?  :mrgreen:

wokeh sayah bukak sedikit mengenai *hayah* postingan sampah2 sayah  selama ini.  yuks, mare….kitah mulai dari gaya tulisang sayah. awalnyah sayah memang makek tulisan wajar sesuai dengan EYD, hehehehehe…tapi lama kelamaan, sayah kepingin  punyak ciri khas sendiri. menjadi pribadi yang unik, enak bukan? hehehehe karena setiap pribadi memang unik. tapih walopong begituh, sebenarnyah tulisan sayah ini kalok dibaca, sesuai pengucapan lidah orang jawa dan ucapan orang sehari-hari. ya memang tulisangnyah beginih. *maksa njelasin*. bagi beberapa orang nyang belon terbiasa atawa baru sempet melihat blog sayah inih, akan kebingungang mbaca tulisang sayah. sukurin!!!!!!  😆

walopong begituh *daritadih walopong trus*, dibeberapa tulisan sayah nggunain bahasah sesuai EYD, itu bagi postingan2 nyang agak serius kayak postingan inih. jadi, sering2lah mampir ke blog sayah, dan apalin tuch tulisang sayah.  😆

lanjut, mengenai tema tulisan sayah, *wah…nyang ini sayah dari dolo udah sering ngejelasin* kalok sampah2 sayah ini tidak mengandung *hayah* tema apapun, bukan tentang motor, lowongan pekerjaan, hobby, gadget, atau apapun. blog sayah bukan blog tematis semacam itu. blog sayah inih blog gado2    😆   :mrgreen:

dan tentang komengtarnyah bang Okta Sihotang, sayah memang salut banget sama pak sawali, kang mas sekaligus guru bagi sayah. *ngaku2* sayah belon pantas menulis tentang dunia pendidikan seperti beliau itu. tulisan sekaliber pak sawali agaknyah memang hanya cocok buat orang2 yang…..memang cocok untuk menulis tema ituh. hehehehehehe. jadi saya fikir, biarlah orang2 seperti pak sawali saja. udah ada bagiannyah masing2. sayah bagian nulis nyang inih2 sahaja. hehehehehehe…tapi diblog sayah tak selingi jugax kok tentang dunia pendidikan. contohnya disinih:mrgreen:

nah….sekarang nyang terakhir, memang akhir2 inih sampah2 sayah tentang curhat narcis najis sayah, hehehehehehe, inilah gaya penulisan sayah *hayah* sayah “ngasih sesuatu” lewat curhat najis cerita. memang sayah gak pernah ngasih sesuatu nyang dimaksud kang fachri . sayah sengaja membiyarkeun para pembacah sampah2 sayah untuk menerka-nerka sendiri apa yang bisa diambil manfaatnyah dari sampah sayah ituh. biyarlah pembaca ber-persepsi *hayah* dan berkelana dengan imajinya sendiri  hehehehehehe.

sudah yaks..ituh sahaja….  :mrgreen:

———————————————————————

kalok di balik postingan anda apaan?

NOMOR POKOK WAJIB PAJAK

1. Pengertian

Nomor Pokok Wajib Pajak adalah suatu sarana administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak.

2. Fungsi

  • Sebagai tanda pengenal diri atau identitas pajak.
  • Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan.

3. Pencantuman NPWP

NPWP harius dituliskan dalam setiap dokumen perpajakan, antara lain pada:

  1. formulir pajak yang digunakan wajib pajak

  2. surat menyurat dalam hubungan dengan perpajakan.

  3. Dalam hubungan instansi tertentu yang mewajibkan mengisi NPWP.

4. Pendaftaran NPWP

semua wajib pajak berdasarkan self assessment wajib mendaftarkan diri pada kantor pelayanan pajak atau kantor penyuluhan dan pengamatan potensi perpajakan yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan. Wajib pajak untuk dicatat sebagai wajib pajak dan sekaligus mendapatkan NPWP. Kewajiban mendaftarkan diri berlaku pula untuk wanita kawin yang dikenakan pajak secara terpisah karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta.

Apabila berdasarkan data yang diperoleh atau dimiliki oleh direktorat jendral pajak orang pribadi atau badan telah memenuhi syarat untuk memperoleh NPWP, dan orang pribadi tersebut tidak mendaftarakan diri, dapat diterbitkan NPWP secara jabatan.

Kewajiban mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dibatasi jangka waktunya, karena hal ini berkaitan dengan saat pajak terutang dan kewajiban mengenakan pajak terutang. Jangka waktu pendaftaran NPWP adalah:

  • bagi wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan wajib pajak badan, waji mendaftarkan diri paling lambat 1 bulan setelah usaha mulai dijalankan.
  • Wajib pajak orang pribadi yang tidak menjalankan suatu usaha atau pekerjaan bebas apabila sampai dengan suatu bulan memperoleh penghasilan yang jumlahnya telah melebihi PTKP setahun, wajib mendaftrakan diri paling lambat pada akhir bulan berikutnya.

Terhadap wajib pajak yag dengan sengaja tidak mendaftarkan diri, untuk mendapatkan NPWP akan dikenakan sanksi perpajakan.

5. Sanksi

bagi mereka yang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri, atau menyalahgunakan atau tanpa hak NPWP sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan Negara , diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 4 kali jumlah pajak ang terutang yang tidak atau kurang dibayar.

6. Penghapusan NPWP

Penghapusan NPWP dilakukan dalam hal:

  • wajib pajak orang pribadi meninggal dunia dan tidak meninggalkan warisan.
  • Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan.
  • Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan sebagai subjek pajak sudah selesai dibagi.
  • Wajib pajak badan yang telah dibubarkan secara resmi berdasarkan ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
  • Bentuk usaha tetap yang karena sesuatu hal kehilangan statusnya sebagai badan usaha tetap.
  • Wajib pajak orang pribadi lainnya selain yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai wajib pajak.