OTS (on the spot)

gak terasa udah hampir setahun sayah kerja di bank syariah. inget bagaimana dulu berjuang dari ribuan pelamar hanya 20 orang yang diterima. semarang, memang dikota itu masih banyak orang yang mencari pekerjaan yang menurut mereka “layak”. bagaimana dulu berjubel2 menunggu antrian wawancara. sampe delosoran dilantai. hmmm bener2 perjuangan tiada tara, hehe. ditambah lagi pengumuman yang tiap tahapan seleksi yang lamanya minta ampun. dari 5 tahapan seleksi dimana tiap tahap membutuhkan waktu yang lama hingga sekitar 4 bulan baru ada pengumuman akhir siapa saja calon pegawai bank syariah tersebut.

pun, begitu pendidikan selesai di pusat selama 2 minggu. kami yang lolos masih saja dipecah dan ditempatkan diberbagai wilayah di jateng. aku sendiri, ditempatkan di wilayah tegal. dekat banget sama rumah, pikirku waktu itu. brebes- tegal hanya 30 menit (menurutku, dekat). namun ternyata cabang tegal belum dibuka. dan aku “dititipkan” dulu disemarang. ada juga yang dititipkan di cilegon dan jogja.

kini, setelah cabang tegal buka sebulan yang lalu, aktifitas tidak sebanyak waktu masih “dititipkan” disemarang. walapun begitu, tidak serta merta sayah nganggur dan magabut (makan gaji buta) karena tiap hari (dari bulan februari penarikan dari semarang), slalu saja marketingan kesana kemari. walaupun posisi kerjaan sayah sebagai back office.
OTS atau survei lokasi tempat usaha merupakan salah satu jobdesk sayah. dengan job desk itu, memungkinkan sayah untuk tidak selalu bekerja dibelakang meja (yang kadang membosankan). karena saya harus selalu keluar untuk OTS jika ada permintaan dari unit lain. untung saja ada job untuk keluar jadi sayah tidak bosan dibelakang meja terus.

OTS itu menyenangkan, karena dari OTS itu sayah bisa lihat beberapa usaha orang dan sekaligus karakter orang tersebut. mengenal usaha calon nasabah, secara tidak langsung ada beberapa keuntungan yang bisa saya dapatkan. selain merupakan bagian dari pekerjaan, saya bisa tahu bagaimana orang memulai usaha dan mempertahankannya. terkadang, saya bisa mengenal secara rinci usaha dari calon nasabah yang saya kunjungi. itu sayah lakukan agar benar2 bahwa calon nasabah tersebut nantinya mampu mengangsur dari pembiayaan (konvensional:kredit) yang diajukan. tidak mungkin memberikan pembiayaan jika secara financial nasabah tidak mencukupi. itu akan memberatkan bagi nasabah. walaupun ada target realisasi pembiayaan, tidak serta merta mengucurkan dana dengan begitu mudah tanpa dilakukan pengecekan atas kemampuan nasabah.

banyak sekali godaan yang didapat ketika melakukan OTS. banyak dari nasabah yang sudah bankable biasanya ada yang berusaha menyogok petugas OTS (survei) seperti sayah. motifnya tak lain adalah agar pembiayaan sang nasabah di acc atau terealisasi. karena dengan tugas ini, saya bisa merekomendasikan pada bagian analis apakah usaha sang calon nasabah benar2 ada dan cukup untuk pembiayaan yang diajukan nasabah.

memang banyak godaan yang ada pada pekerjaan di sektor perbankan. karena disini banyak uang bersliweran, entah uang siapa, hehehehe…semoga saja sayah masih dapat mempertahankan idealisme sayah dan keimanan sayah dan tidak tergoda dengan sgala rayuan yang ada. karena sayah tidak mau jadi malinda dee ke 2, hehehehe merdeka!!!!!

*)curcol buosssssss

*_)masih belajar jadi bankers jujur!

3 thoughts on “OTS (on the spot)

  1. aku masih magang. tadi pagi aku nanya ke mbak frontline “pak ruri kemana?” kata dia lagi OTS. aku bingung, ots apaan. tapi gak kutanyakan. mending searching ndiri… eh jebule on the spot… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s