jika ramadhan tak pernah ada

Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya

Itulah sepenggal bait lirik dari lagu Chrisye yang dikarang oleh Ahmad Dhani yang memang dikenal dengan dunia sufisme dari tareqat Naqsabandiyah. Syair yang begitu menggelitik keimanan dan kesungguhan kita dalam ibadah kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Namun bagaimana jika judul syair tersebut kita ganti menjadi “jika ramadhan tak pernah ada”.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits

Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah z)

Mengingat hadits diatas dan makna bulan puasa yang penuh berkah itu, seluruh muslim di dunia merayakannya dengan sukacita. Di negara kita sendiri, bulan ramadhan bagi kebanyakan orang muslim adalah bulan yang paling di nanti sekaligus bulan yang paling “aneh”. Di sebut “aneh” karena seperti yang kita ketahui, masjid-masjid dengan tiba-tiba penuh sesak dengan orang-orang yang akan sholat. Banyak lantunan ayat-ayat suci Al qur’an dibacakan siang dan malam. Banyak penjual pakaian muslim laris menjual dagangannya karena banyak pesanan. Dan yang paling aneh adalah ketika bulan puasa itu berakhir, semua hal diatas secara singkat lenyap.

Grafik ibadah kita mengalami peningkatan di bulan penuh maghfiroh ini. Yang dulu sholat cuma bebapa waktu, di bulan puasa menjadi lima waktu. Sholat-sholat sunah pun kita laksanakan terutama sholat tarawih. KIta pun jadi rajin sholat ke masjid dan bertadarus Al qur’an. kita pun menjadi sangat baik kepada fakir miskin dan anak-anak yatim. Semua itu dilaksanakan dan terjadi pada bulan ramadhan. hanya untuk satu hal yang sangat di dambakan, pahala. yang pahala itu diharapkan menghantarkan kita pada syurgaNya.

Namun, apakah pernah kita berfikir kalau apa yang kita lakukan hanya di moment ramadhan ini merupakan perlakuan tidak adil kepada Allah? kita rajin ibadah dan selalu menyebut namaNya hanya pada moment ini saja untuk mengharap pahala sedangkan di bulan-bulan lain belum tentu kita melakukannya, apakah ini bukan merupakan tindakan tidak adil kepadaNya? kita seakan “baik” kepadaNya kalau ada maunya saja. Ya, mungkin tuhan tidak akan marah. Bisa saja Tuhan hanya tersenyum kecut di atas sana melihat tingkah laku kita yang tidak adil kepadaNya.

Masihkah kita akan beribadah dengan sungguh-sungguh?
masihkah kita akan meramaikan masjid?
masihkah kita akan melantunkan ayat-ayatNya?
masihkah kita akan menyantuni anak yatim?
jika ramadhan takkan pernah ada

Konon sang ustad pernah berkata “kalau ingin tahu apakah puasa kita di terima atau tidak, lihatlah apakah ibadah kita masih tetap giat dan khusuk, syukur mengalami peningkatan, setelah bulan puasa berakhir ataukah sebaliknya, ibadah kita mengalami penurunan setelah berakhirnya bulan puasa” semoga saja ibadah kita mengalami peningkatan setelah ramadhan berakhir sehingga puasa kita bisa diterima. 🙂

aspirasi rakyat

Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.
Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.
“Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!” ancam sang gubernur.
Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran.Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.
“Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?” tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.
Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.
“Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!” kecam Umar.
“Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,” si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.
“Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,” kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.
Si Yahudi itu semakin kebingungan, “Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!” ujar Yahudi itu pelan.
Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.
Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. “Bongkar masjid itu!” teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.
“Tunggu!” teriak sang kakek. “Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!” Amr bin Ash memegang pundak si kakek, “Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.”
“Tapi…..” sela si kakek.
“Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelas sang gubernur.
“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!” tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca. (sumber : oase)

Setidaknya ada 3 hikmah yang bisa diambil dari kisah sang umar.

  1. seorang pemimpin tidak pandang bulu walaupun orang tersebut miskin, dari kalangan bawah, dan beda golongan dengannya.
  2. tidak pilih kasih dalam menghukum, walaupun anak buahnya sendiri, jika salah maka harus di hukum.
  3. aspirasi bisa disampaikan secara langsung pada pemimpin.

Betapa tenteramnya negara kita jika tauladan kepemimpinan sang umar bisa diterapkan di negeri ini. Seorang pemimpin mendengarkan dan membantu menangani setiap permasalahan yang terjadi pada rakyatnya. Rakyat dari kalangan manapun berhak mengungkapkan aspirasinya pada pemimpin. Karena setiap warga negara mempunyai hak yang sama. Jalan demo yang seringkali dijadikan sarana untuk menyampaikan aspirasi tidak akan ada jika kepemimpinan ala umar diterapkan.

pada kisah selanjutnya, suatu ketika umar bin khattab sedang melakukan inspeksi di saat beliau menjabat sebagai khalifah, menemukan seorang ibu yang seolah sedang memasak dengan kobaran api yang besar. Sementara anak-anaknya di sekelilingnya pada menangis. Beliau mendekat dan menanyakan, apa gerangan yang terjadi. Maka serta merta, sang perempuan yang tidak sadar kalau yang hadir disampingnya adalah Khalifah, mencaci dan mengutuk Khalifah Umar. Khalifah, menurut perempuan itu, tidak bertanggung jawab, tidak punya perhatian sehingga kami kelaparan. Kami tidak memiliki apa-apa untuk di masak. Umar bertanya: “Lalu masak apakah kamu?” Perempuan itu menjawab:

“Saya merebus batu-batu dengan api ini agar anak-anak saya terhibur”. Mendengar jawaban itu, segera Umar kembali ke “baitul maal” mengambil sekarung gandum dan beberapa lauk pauk. Karung itu digendong sendiri, sehingga beberapa sahabat yang menemuinya di jalan berkeinginan agar karung itu diambil dari sang Kahlifah. Namun dengan tegas Umar menjawab: “Tidak, di hari kiamat nanti, anda tidak mungkin mengambil dariku dan memikul tanggung jawab ini”.

Umar membawa gandum tersebut ke perempuan, lalu dimasakkannya, dan kemudian disuapinya anak-anaknya. Setelah semua itu dilakukan, segera perempuan itu dengan rasa malu bertanya: “Siapa gerangan engkau?”. Umar menjawab: “Saya adalah orang yang engkau katakan tidak bertanggung jawab tadi. Saya melakukan ini karena mungkin apa yang engkau katakan tadi adalah betul. Untuk itu, mohon maaf dan semoga Allah mengampuniku karena kelalaianku”. (sumber : media.isnet.org)

Umar mengeluarkan pernyataan yang dicatat oleh sejarah: “Seandainya ada seekor keledai mati karena kelaparan di daerah Palesitina, maka aku akan bertanggung jawab di akherat nanti”.

Sayang sekali pemimpin negeri ini tidak ada yang bisa mencontoh umar. Mereka lebih sibuk memperkaya diri, sibuk jalan2, sibuk ngurus partainya dan sibuk tebar pesona.

Andai sahaja pemimpin kita setiap saat, secara langsung, turun menemui rakyatnya, mendengarkan keluh kesah sang rakyat, berdialog dengan rakyat. Tidak seperti selama ini, para pemimpin kita hanya turun saat kampanye sahaja itupun dengan janji-janji surga yang belum tentu terpenuhi. Mereka sering ngobral janji yang mereka tahu bahwa janji tersebut tak mungkin terpenuhi.

Jika pemimpin bisa secara langsung menemui rakyatnya, tak ada gunanya lagi lembaga semacam DPR. Ini juga akan menyelamatkan anggaran negara yang selama ini dialokasikan untuk menggaji manusia2 yang katanya “wakil rakyat itu”. Karena memang aspirasi rakyat bias secara langsung disampaikan kepada pemimpin negeri. Rakyat tak usah lagi menggantungkan pada seseorang atau golongan yang katanya “wakil rakyat” untuk menyampaikan aspirasinya. DPR selama ini hanya mementingkan diri sendiri dan partainya sahaja.

Jika pemimpin negeri bisa seara langsung menjangkau rakyatnya, secara tidak langsung para anak buah yang menjadi pemimpin daerah harus mau mengikuti langkah pemimpin negeri untuk turun langsung pada rakyatnya.

quote of the day : jangan berjanji jika engkau tahu bahwa itu tak mungkin kau penuhi

bab sholat

sayah mangsih nggrundel gara2 si bos dengan sadisnyah hari inih mosting di blogkuh. biar terkenal kali yaks…?  🙄

tapi sayah gag maok mbahas bos sayah nyang gendeng ituh….yukkk….

tauk gak apa nyang ditanyaiin ke kitah pas kitah meninggal dunia?

dets raits! jawabannyah ya….SHOLAT

Bagaimanah sholat kitah…..

  • rajin sholat lima waktu apa tidak….jangan2 sering bolong….
  • wudlunyah bener apa tidak….gak cepet2 khan? bersih dan suci semuah khan?
  • pakaiannyah bersih dan suci apa tidak…jangan2 ada tahi cicaknyah….
  • sholatnyah khusuk apa tidak….gak ngelirik cewek lewat khan….?
  • pakek riya apa tidak….sombong gara2 sering ke masjid…sombong pakeannyah bagus…
  • dan lain2….

lagian khan perintahnyah bukan melaksanakan sholat tapi yang bener adalah mendirikan sholat. jadih bukan cumang mondar-mandir ke masjid, pakek picis, surban dan tasbih puluhan meter.  *lebay*

mendirikan sholat ituh…..ya ilmuh dalam sholat dijalankan….

  • udah nyantunin tetangga yang kelaparan belum….
  • bagaimanah keadaan si yatim di sekitar lingkungan….
  • bagaimanah sodara kitah sendiri yang masih miskin…
  • udah rendah hati belon….
  • masjidnyah udah direnovasi belon…
  • zakatnyah udah dibayar belon…
  • sering silaturahmi apa tidak…
  • dan lain2…

sedikit contoh makna gerakan dalam sholat (menurut sayah):

  • takbir : menyalami dan mengagungkan Allah
  • ruku´: Allah-lah yang Maha Agung…manusia tak ada daya di hadapan Allah
  • sujud: Allah yang Maha Tinggi…manusia tidak boleh sombong, derajatnyah sama, tunduk dihadapan Allah
  • salam: seru salam sekalian alam…manusia wajib saling membantu dan menjunjung tinggi ukhuwah dengan tetap saling silaturahim….

Jadi, gak usyah memperdulikan urusan yang menjadi hak orang lain, setiap manusia berhak memujaNya dengan cara yang menurut dirinya benar. gak usyah petantang-petenteng maok jadi wakil Allah dengan menghujat siapapun. dan menganggap dirinyah benar. jangan menghakimi, karena Allah adalah Hakim yang Hakiki….Hakim yang paling adil…

  • benahi dulu akhlakmuh….akhlak keluargamuh….
  • benahi dulu sholatmuh….
  • benahi dulu keadaanmuh agar kelak tidak malu dihadapanNya dengan meratap mengharap ridloNya….

mendirikan sholat bukan melaksanakan sholat

PENGUMUMAN PELAMAR YANG LULUS SELEKSI DEPKOMINFO

PENGUMUMAN

PELAMAR YANG TELAH LULUS

SELEKSI ADMINISTRASI

N0MOR : 57 /SJ.2/Kominfo/11/2007

Berdasarkan Pengumuman Ketua Panitia Penerimaan CPNS 2007 Depkominfo No. 538/SJ.2/Kominfo/11/2007 tanggal 1 Nopember 2007, bagi pelamar yang telah melakukan pendaftaran melalui website Depkominfo www.depkominfo.go.id dan telah mencetak bukti pendaftaran (registrasi) harus mengirimkan kelengkapan administrasi.

Setelah diadakan seleksi administrasi, yang dinyatakan lulus seleksi administrasi adalah sebagaimana tersebut di bawah ini.

Bagi pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi, akan mengikuti Test Tertulis yang dilaksanakan secara serentak di 6 (enam) wilayah test pada :

Hari : Rabu

Tanggal : 28 Nopember 2007

Pukul : 08.00 WIB untuk wilayah test : Jakarta, Yogyakarta, Medan

09.00 WIT untuk wilayah test : Bali, Makasar, Balikpapan

 

Lokasi dan tempat test :

 

Wilayah I DKI Jakarta, bertempat di Istora Senayan (Lapangan Bulu Tangkis);

Wilayah II Yogyakarta, bertempat di Gedung Diklat Ahli Multi Media, Jl. Raya Magelang Km. 6 Yogyakarta;

Wilayah III Medan, bertempat di Gelanggang Remaja, Jl. Sutomo Ujung No. 2, Kota Medan;

Wilayah lV Makasar, bertempat di Gedung Haji Bate, Jl. Tumanurung No. 3 Makasar;

Wilayah V Denpasar, bertempat di Balai Pendidikan Guru, Jl. Letda Tantular Denpasar.

Wilayah VI Balikpapan, bertempat di Kantor PT Telkom (Gedung Bebe),

Jl. MT. Haryono No. 169 Ring Road Balikpapan;

 

Pada saat mengikuti Test Tertulis para peserta Test wajib membawa :

  1. Nomor Peserta Test (hasil print out);

  2. Kartu Tanda Penduduk (ASLI);

  3. Alat untuk menulis;

  4. Pensil 2B (ASLI);

  5. Penghapus.

Materi Test Tertulis :

2.

Khusus peserta test SMK/STM tidak ada test kompetensi bidang (Bahasa Inggris).

 

Ketentuan lain-lain :

 

Pengumuman hasil test tertulis akan diumumkan melalui website Depkominfo www.depkominfo.go.id pada tanggal 9 Desember 2007.

 

Keputusan panitia tidak dapat diganggu gugat.

Daftar nama pelamar yang lulus seleksi administrasi dan dapat mengikuti tes tertulis adalah sebagai berikut ;

 

 

Untuk informasi nama pelamar yang lulus seleksi administrasi dan dapat mengikuti test terulis dapat dilihat pada http://cpns.depkominfo.go.id

 

 

Jakarta, 25 Nopember 2007

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi

selaku

Ketua Panitia Penerimaan CPNS Depkominfo 2007

 

ttd.

 

Dra. SRI WURYATMI, MM.

NIP. 050012431

 

WP hArUs di bUbArkAn!!!

sabar…..sabar….

gini loch…setelah melihat kegalauan dan temuan seorang blogger bahwa menulis itu haram maka jikalau tulisan dan gambar itu harom secara langsung WP ini juga diharamkan dan harus dibubarkan.

“lha kok bisa?”

“ya iyalah…….lha khan di WP ini yang ada hanyalah tulisan  dan gambar saja.”

“ya ndak bisa gidu donk!! lha menulis khan kebutuhan wajib, dengan menulis kita menghasilkan buku, dan dari buku itu kita mendapatkan ilmu. lha kok dilarang, gimana, toch?”

“OK lah…kita tunggu saja fatwanya

*menunggu mode ON*

 

 

PERSETAN DENGAN TUHAN!!!(boikot sinetron nggak mutu!!)

Ini bukan hanya bagi anda peminat sinetron dan dunia perfilman indonesia. Karena tulisan ini hanyalah tulisan anak bodoh yang hanya ingin mengetahui hukum-hukum agama yang berkaitan dengan film maupun sinetron.

Dunia sinetron Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Berbagai alur cerita yang disuguhkan pun kian hari kian berkembang sesuai tuntutan masyarakat. Dahulu mungkin yang paling laris adalah sinetron atau film drama musikal, komedi, kemudian beralih pada film film bertajuk misteri, horor, religi, berganti sinetron bertema anak muda, keluarga, dan sedikit religi. Filemnya pun sekarang paling laris masih berkaitan dengan cerita cinta anak remaja dan horor. untuk horor, ada suster ngesot, malam jumat kliwon, jaelangkung, pocong, bangsal 13, kuntilanak dan lain sebagainya.

POINNYA:

 

@ Berkaitan dengan sinetron atau misteri atau horor.

horor? hi….sueremmmmmmm 👿

Kemon bos, ini abad berapa? dikau pun tahu bangsa barat dan amerika sudah lama bikin film yang menggunggulkan kecanggihan teknologi. Mereka rela merogoh kocek hingga kantongnya sobek hanya untuk membikin film yang hebat. lalu kita? masih saja membodohi bangsa sendiri dengan menyuguhkan fenomena horor yang masih kampungan. Ini hanya akan mengakibatkan pikiran rakyat indonesia yang masih saja berkutat pada hal-hal yang berbau klenik. Apakah si bos nggak berpikir dampaknya? jangan hanya memikirkan “film ini lagi diminati” dan keuntungannya semata. Adek saya yang dulu berumur 4 tahun (sekarang 6 tahun dan sudah masuk SD) begitu ketakutan melihat iklan sinetron yang memunculkan hantu pocong. Dia sampai menangis histeris melihat iklan tersebut. Mau ngapain ajah si adek masih saja minta ditemenin. ini menimbiukan dampak traumatik yang sangat membekas hingga sekarang. Dengan memberikan pengertian ytang teerus nenerus bahwa itu hanya boongan akhirnya si adek sudah kembali ceria. Namun trumati itu masih saja tetap ada.

 

@ Berkaitan dengan masalah sinetron remaja.

Salut, salut………banget buat para pembuat sinetron. apa pasal? dimana anak-anak di kampung saya begitu memuja-muja apa saja yang ada dalam sebuah film maupun sinetron. Mereka mencoba meniru gaya pemeran film yang ada didalamnya. Meniru gaya pakaian bicara, rambut, apapun. Tapi dasar ndeso ya tetep ajah ndeso, katrok. Dan yang jelas dan paling mencolok adalah meniru gaya berpacaran. Gimana anak TK yang masih kecil sampai bertanya pada ibunya: Mah, ciuman itu apa sih mah?”

Gimana nggak shock tuch ibu?

Itu yang masih TK, yang SD makin parah, mereka sudah bisa menyatakan saling suka dan berkirim surat. yang SMP sudah mulai pacaran bergandengan tangan didepan umum lha terus yang SMA gimana?

Tentang banyaknya kasus video porno anak sekolah yang makin marak, saya tidak mengkaitkannya dengan hal ini karena saya tidak mempunyai bukti kongkret. Tapi, ini bukan berarti bukan berarti secara keseluruhan ndak terkait. Mungkin saja ada hubungannya.

@ Berkaitan dengan dialog tokoh

Sesuai dengan judul postingan saya, saya mencoba membicarakan ini. kesempurnaan dialog dalam sinetron akan memunculkan sinetron yang baik dan sekaan-akan alur cerita tampak begitu nyata dalam kehidupan riil. Yang saya ingin tanyakan adalah tentang dialog yang berkaitan dengan agama. Ya saya akui mungkin dialog yang kasar seperti bangsat, bajingan, ataupun kata-kata kasar lainnya kini telah disensor. Tapi ini tentang dialog yang membuat saya ingin bertanya dan memerlukan penjelasaan yang sedetail mungkin. Tentang agama, bukan hanya sinetron drama, tapi khususnya sinetron religi.

Begini: Apa hukumnya dialog di dalam sinetron seperti:

“Persetan dengan tuhan!”

“Jangan sebut tuhan!harta ini aku peroleh sendiri”

“Tuhan tidak adil”

dan lain sebagainya yang ada juga mengkafirkan diri (mengucapkan diaolg) namun tidak saya sebutkan.

Ya saya akui itu hanya pura2, tapi sebegitu mudahkah mengucapkan dialog begitu?

Dan terus apa hukumnya pernikahan dalam sinetron dengan dialog yang sempurna?. Ya sekali lagi mungkin pura2…tapi sekali lagi pernikahan adalah hal yang sakral.

kenapa? apa? mengapa? bagaimana?

Tolong bantu kegelisahan atau mungkin kebodohan yang begitu tampak pada diri saya.

Terima kasih sebelumya

 

mengadili atau…..

WOTTTT? mahkamah blog? emang ada? oke kita cari tahu….

Baru beberapa bulan aku nge-blog di sini, dalam benakku*ah, yang penting nulis dolo* :mrgreen: entar khan lancar nulis nya… 😆 ku sambangi setiap blog sambil mengenalkan blog edanku yang katrok. Lama-kelamaan jadi sedikit tahu karakter tiap blog yang sering kukunjungi (karakter pemiliknya? tao dyeh….. 😆 ). Menilik lagi pada koment2nya, kebanyakan….. ya gidu dyeh…. :mrgreen: nggak selalu serius *pada postingan yang memang nggak perlu mikir serius.

Tapi….lama kelamaan kok gene yapp? 👿

Banyak yang kasar berkoment, bikin postingan yang parno, mbikin ulah de el el yang mbikin para blogger gerah yang mengakibatkan *menurut saya* mereka (blogger) mengadilinya.

Beberapa contoh kasus yang mungkin menurut saya pernah diajukan ke mahkamah WP dan pantas untuk di adili perbincangkan:

Kasus 1: ratuadilsatriapinanditha ngehe. Dalam kasusnya ratu gendeng ini, dia mengaku sebagai dewa perang dan……hasyyah tetek bengek. Ulahnya antara lain:menghapus koment yang masuk, mengedit koment, mencaci salah satu agama, pokokmen uakih men lah :mrgreen: akibatnya muncul berbagai kecaman disini, sini, de el el sering muncul sebagai top post dan top blog, postingannya kebanyakan menistakan agama lain, mungkin karena kekecewaan pada agama tersebut, yang jelas dia sering pindah2 agama. Akhirnya kasus tersebut lama-kelamaan ditutup karena memang para blogger sudah tidak mengharapkannya muncul lagi di WP

Kasus 2: berita heboooooh. ulahnya mengkopi paste, mbikin postingan2 parno. lama juga bertengger di top post dan top blog. mungkin karena banyak juga ya yang suka sama postingan kayak gidu. saya juga sempat mbikin postingan sama dia tentang berita heboh *mungkin saya yang baru tahu* ternyata sekarang banyak juga blog2 mesum yang beredar mengalahkan berita heboh ini. kasusnya kayaknya dah ditutup karena sekarang jarang muncul. dia membuat banyak blog yang sama.

Kasus 3: antosalafy, kasus ini sedang hangat-hangatnya dan nggak tahu kapan berakhirnya. beliau sempat menghilang sekarang dan berganti rekan seprofesinya salafnya yang lagi gencar2 membelanya.

Mencermati ke tiga kasus diatas,……apa mereka lagi caper ya? 😆

lalu siapakah hakim agungnya…….? tanya siapa?

kandidat:

De Be

Joe

kopral geddoe

hoek

antobilang

almascatie

danalingga

Al Qiyadah Al islamiyah:akhirnya bertaubat

Pimpinan aliran Al Qiyadah Al Islamiyah MUSHADDEQ, didepan para tokoh MUI akhirnya menyampaikan pertaubatannya dan meminta maaf pada ummat islam atas perilakunya selama ini yang meresahkan masyarakat. Pertaubatan MUSHADDEQ ini dilakukan setelah selama dua hari berdialog dengan Said Aqil Siraj, ketua PBNU. Ia menyatakan bahwa dirinya menghormati keputusan ulama yang menyatakan aliran yang dipimpinnya sesat dan menyesatkan. Ia mencabut pernyataannya baik itu tulisan maupun ucapan bahwa dirinya seorang rasul, ia pun akhirnya mengakui bahwa tidak ada rasul setelah Muhammad dan akan menjalankan syariat islam dengan semestinya. Pertaubatan ini diakuinya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Namun mabes polri tetap akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Dirinya juga menghimbau agar para pengikutnya segera bertaubat.

berita terkait:

MUSHADDEQ tobat

serukan tobat nasuha

mahasiswa pengikut aliran

saksi ahli

tidak bersedia tobat

maaf tanpa izin semuanya dari sini

 

ku buat hancur pidatonya!

Suatu kali pak Maman dipuji-puji karena beliau ini orator yang sangat ulung. Kata-katanya bisa menyihir banyak orang. Orang bisa terpengaruh dan melakukan hal-hal yang pak Maman perintahkan. O iya pak Maman ini tukang pidato pada sholat jumat alias seorang khatib. Jika sudah di mimbar orang terasa tersihir dengan kata-katanya hingga tertegun mendengarkan pidatonya. Suatu kali sang istri mendengar pujian dari orang-orang disekitarnya. Bu maman ini kemudian berkata pada semua orang: “besok akan ku buat suamiku tak bisa bicara (pidato)”

Karena setiap jumat dia harus memberikan khutbah, jauh hari sebelumnya pak Maman mampersiapkan naskah pidatonya. Hari senin ketika hendak menuliskan naskahnya, istrinya menyuruhnya membelikan sesuatu diwarung, ia pun tidak jadi menulis, setelah pulang ia lanjutkan lagi menulis, istrinya kembali menyuruhnya menggendong anaknya yang sedang menangis kejadian ini berlangsung hingga hari kamis. Kamis malam  dengan terkantu-kantuk ia menulis naskahnya.

Akhirnya jumat pagi telah tiba, naskah khutbah belum jadi. Saat sholat jumatpun tiba. Pak Maman pergi ke masjid dengan wajah lesu karena naskahnya belum jadi. Tiba saatnya dia naik keatas mimbar.

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

alhamdulilahi robil alamin asholatu wasalam ala muhamadin wa ala alihi shohbihi wasalam.

amma bakdu

…………………

………………….

…………………

amma bakdu

………………….

………………….

…………………….

amma bakdu

begitu seterusnya ia hanya mengucapkan “amma bakdu, amma bakdu” para hadirin tercengang heran melihat pak Maman gelegapan tak bisa bicara.

*fiktif*

*artikel terkait MONYONGMU

jual-beli agama

Dulu sewaktu masih ngaji sama ustad saya dikampung, beliau sering menasehati kalo belajar agama itu penting. Beliau sering menukilkan sebuah hadist “tuntutlah ilmu olehmu walaupun sampai ke negeri China”. Disini dapat ditarik kesimpulan bahwa menuntut ilmu baik ilmu agama maupun ilmu dunia perlu pengorbanan banyak. Ali bin abi thalib pun pernah memberitahukan bahwa menuntut ilmu itu perlu biaya, waktu, dan kemauan yang tinggi.

Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, agaknya tidak harus menuntut ilmu jauh-jauh. Ilmu pengetahuan dapat diperoleh dimanapun melalui teknologi yang kian canggih. Lewat internet kita bisa memperoleh pengetahuan yang begitu banyak. Begitupun perangkat teknologi yang lain. Misalnya handphone.

Beberapa tahun kemarin mungkin handphone masih menjadi barang mahal yang tidak semua orang dapat memilikinya. Namun sekarang dari anak sekolah yang masih SD pun sekarang sudah memiliki handphone, begitu juga pembantu-pembantu rumah tangga sudah banyak yang memiliki handphone, kebutuhan ataupun sekedar gaya bukan masalah.

Banyak operator seluler yang menawarkan berbagai kecanggihan, begitu juga……

sudah-sudah…..terlalu bertele-tele…..

Anda tentu sudah akrab dengan berbagai penawaran *apapun* melalui media HP. Misalkan ingin ramalan anda diminta mengetik REG (spasi) RAMAL lalu mengirim ke nomor tertentu dengan biaya tertentu, atau apapun sejenisnya . Namun yang saya maksudkan adalah penawaran *saya sebut jual-beli* AGAMA dengan cara mengetik sms semacam itu.

Apakah ini karena dorongan menegakkan kalimat ilahi dengan dalih *sampaikanlah walaupun satu ayat* ataukah hanya mengorek keuntungan dengan memanfaatkan teknologi semata. Mereka menawarkan al Quran selluler, hadits2 nabi, Doa, ataupun petuah2 ustad-ustad *artis* dengan media sms.

Apakah ini cara untuk berdakwah kepada umat ataukah hanya mengejar MATERI semata????????

maaf saya belum bisa memberikan tulisan bermutu