tentang kerja dan pekerjaan

di kerjaan sekarang, sebenarnya sayah sudah berusaha menikmati dan memang sayah menikmati beberapa bulan ini. karena memang bidang pekerjaan sayah  sudah sesuai dengan latar belakang pendidikan sayah yang orang “pendidikan”. pun saya dari dulu berkeinginan terjun di dunia pendidikan.

satu dua bulan pertama memang terasa sekali nikmatnya. walaupun ditengah-tengah timbul beberapa masalah yang sempat membuat sayah agak down. ya, masalah. sayah pikir masalah sudah menjadi bagian dari pekerjaan. dimana masalah tersebut merupakan bekal bagi saya untuk belajar. belajar menghadapi masalah, menganalisa dan mengatasi masalah tersebut.

setiap pekerjaan pasti ada sebuah konsekuensi. saya sering sharing dengan teman satu kos tentang berbagai permasalahan pada pekerjaan masing-masing. dan titik temunya sama “semua pekerjaan pasti bermasalah”. dimanapun, pekerjaan apapun, dalam bentuk apapun pesoalan sebenarnya sama. tergantung pada sikap kita untuk menghadapi tantangan tersebut. apakah kita akan bertahan atau tidak.

banyak orang menilai bahwa orang yang terlalu idealis / pemegang teguh suatu prinsip, tidak cocok bekerja. pendapat ini tidak salah pun tidak bisa dibenarkan begitu saja. setiap orang berbeda dalam sebuah prinsip dan alasan. saya pikir bekerja itu wajib, tapi gak usah ngoyo.

apapun pekerjaan anda, jalani saja

saya beruntung banget kuliah di universitas yang nyaman dan hangat. saya juga beruntung mendapatkan kos-kosan yang tiap orang penghuninya (bisa saya katakan) unik. tak terasa hampir 5 tahun saya berada berada di kosan ini. saya tipikal orang yang tak suka pindah-pindah atau ganti-ganti (cieh…setia, hehehe). dari mulai awal kuliah hingga kerja sekarang, aku masih di kosan ini.

penghuni kos-kosan kami tergolong hebat-hebat. kenapa dikatakan hebat, karena memang para penghuni yang sudah wisuda, “jadi orang” semua. tarohlah saya sendiri (rada sombong) habis wisuda langsung dapat kerjaan sebagai kepala cabang sebuah bimbel, hebat kan? wakakakakaka. yang lainnya ada kepala cabang dealer sepeda motor, wirausahawan, guru, kepala cabang bimbel (sama kek sayah), dan manager sebuah bank mikro. hebat semua tho?

yah namun begitu, yang namanya masih muda, tentu penginnya macam-macam. pengin banyak mencoba. baru beberapa bulan nikmati kerjaan, ada juga yang keluar. alasannya juga macam-macam. namun seperti kata saya tadi, kita tuh kumpulan orang hebat (musti pada muntah, kan? hehehehehe) keluar dari kerjaan satu, langsung disamber pekerjaan lainya, pun dengan jabatan yang se-level. see?

tiap malam tiba, kita sering kumpul-kumpul sambil ngopi atau makan bubur kacang hijau di ujung gang. obrolannya macam-macam, dari politik, cewek,  bola dan tentu saja kerjaan masing-masing. di ajang sharing ini obrolan tentang kerjaan masing-masing menjadi topik yang hangat. berbagai masalah di kantor dicoba untuk dipecahkan bersama-sama. ada yang berkeluh tentang kliennya, rekannya dan pekerjaan itu sendiri. semua bercerita seakan tidak ada satu pekerjaan pun yang tidak bermasalah. musti ada saja masalah yang ada dikantor.

masalah dikantor yang menjadi makanan sehari-hari itu, tak semuanya yang menjadikan beberapa dari kami keluar dari kerjaan dan mencari kerjaan yang baru. alasan prinsip dan sistem adalah hal paling utama keputusan untuk keluar dari kerjaan. kalau hanya masalah-masalah dikantor tentu saja semuanya bisa ditangani dengan baik.

pada dasarnya hidup itu pasti ada masalah. dikantor pun pasti ada masalah. dan kita semua pasti bisa melalui itu. hal yang kami semua yakini adalah jika sudah mantap pada satu pekerjaan, maka jalanilah dengan serius. tak peduli masalah seberapa berat. so, apapun pekerjaan anda, jalani saja!

pengalaman dunia kerja

seminggu ini baru terasa beratnya dunia kerja. berbagai masalah muncul ke permukaan membuatku dituntut kerja lebih keras lagi. ada komplain klien ada juga masalah internal. semuanya membuat stamina badan dan fikiran terkuras.

lebih parah ketika dihadapkan pada sebuah detlen. ketika semuanya siap, akar masalah pun datang. file di komputer dan flashdisk habis terkuras dimakan virus. semua pesanan klien musnah sudah. tak dapat dikembalikan lagi. aku panik! gimana nanti tanggapan klien?.

aku mencoba berfikir lebih tenang, namun toh tetap saja tak bisa. panik saja yang ada. aku mencoba membuat kembali file-file pesanan klien semampuku. dua hari aku tak nyaman tidur. hanya untuk mengerjakan pesanan itu.

aku tahu, klien atau seorang konsumen tidak mau tahu semua alasan yang penting apa yang mereka pesan sudah siap. ketika pesanan selesai aku buat, pun masih saja ada sedikit komplain. aku berusaha menjelaskan keadaan sebenarnya. untung saja klien tersebut memaklumi hal itu.

kasus ini menjadi semacam hantaman yang berusaha untuk kujadikan pelajaran dimasa mendatang. dan memang dunia kerja memerlukan konsentrasi penuh, integritas, dan profesionalisme. aku berusaha menjalani melakukan hal tersebut.

fiuh…