Untitle 2

sang bidadari

semalam, ketika langit telah bermuram dan gelegar guruh menyertaiku dalam perjalanan ke rumahmu. aku membawa sejuta masalah yang dengan setumpuk harapan bisa terselsesaikan dengan membagi sedikit denganmu agar tak sekarat lagi hati dan pikiran ini menampungnya. ditengah perjalanan, rintihan langit tak dapat dibendung hingga tetesannya mengalir.

sesampainya, disambut mas mu, sedangkan kau terlihat tengah bersiap-siap untuk bercinta denganNya karena memang waktunya telah tiba, mega merah telah hilang. aku pun bersandar di kursi depan sedangkan langit tak lagi hanya merintih tapi meraung hingga kubikan tetesannya mengalir. sepuluh menit kaupun tak muncul dari kamarmu, entah karena khusukmu bercinta denganNya, ataukah tengah bersiap menyambutku. dan nyatanya kau keluar dengan secawan pelepas dahaga.

kau duduk di depanku, beberapa menit terlewati tanpa suara. aku pun memulai membuka pembicaraan. ku ungkapkan sgala maksud yang telah aku siapkan sebelum datang menemuimu. sangat disayangkan kau hanya menanggapiku dengan sekenanya saja. padahal selain bermaksud membagi masalahku untuk diselsesaikan bersamamu barangkali ada solusi untuk itu, juga menyelesaikan masalah kita kemarin. dan sekali lagi diam menyelimuti hingga tak terasa satu jam terlewati.

sekali lagi aku berusaha menghidupkan susana namun kau tetap serasa enggan. lalu ku baca cerpen itu karena tak ada sinyal darimu. kaupun masih tetap membisu. hingga akhirnya aku sadar, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikannya. hingga rasa bosan menyelimuti ku hingga akhirnya ku berniat untuk pulang. kuutarakan padamu namun kau jawab dengan entengnya “terserah”. dengan setumpuk rasa kecewa aku pun menstarter motorku ditemani tetesan kubikan air mata langit. mas mu pun keluar dan bertanya padaku “mau kemana?” terpaksa aku pun bohong “mau ke kontrakan temen, mas. deket kok”. pulang dengan rasa kecewa dan lebatnya hujan.

telah reda hujan itu sampailah aku di kos. ku utarakan rasa kecewaku padamu lewat pesan singkat, kaupun sekali lagi membalasnya dengan begitu singkat dan berasa enggan. sekali lagi aku berprasangka baik, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah kita sekaligus menyelesaikan masalahku sendiri dengan harapan kau bisa membantu.

pagi tadi, kau kirimkan pesan singkat yang memintaku mengantarkanmu, mungkin ini niatan baikmu. mungkin juga kau masih mengira aku benar-benar masih ada dikontrakan temanku yang ada didekat rumahmu. aku pun membalasnya kalau aku gak benar2 mampir ke kontrakan tapi semalam aku langsung pulang. mungkin balasan pesanku agak menyinggungmu dan akhirnya dengan kecewa kau membalas lagi pesanku dengan agak kasar. siangnya, kau pun kembali mengirim pesan singkat dan meminta maaf padaku. tak ku balas.

sore ini ketika aku menulis cerita ini kau memberiku pesan singkat “sudah makan?” tak ku balas lagi. maaf, mungkin masih ada sedikit rasa kecewaku padamu. aku masih percaya kalau semalam adalah kesalahan pemilihan waktu yang tidak tepat. aku masih berfikir seperti itu. kita tunggu saja pikiran  tenang menyelimuti kita agar apapun diselesaikan dengan baik. walaupun rasa enggan sempatmenyelimutiku, sesaat.

yusuf

Untitle

dear bidadari nan manis belahan jiwaku

sayangku bidadariku nan manis, telah lama suka duka ini kita lewati bersama. bersamamu, hampir tak ada kepedihan berarti yang menusuk langkah kita. sayang, seperti yang sering keluar dari mulut manismu, kalaulah kita saling mengerti dan menjaga, niscaya jalinan kasih ini akan tetap terjaga. kau mengerti akan diriku dan akupun berusaha mengerti semua tentangmu. walaupun kau lebih tahu tentangku daripada diriku sendiri. dan terkadang aku yang tak mengerti apa yang kau sembunyikan dalam diammu.

khumairo yang menghiasi setiap malam-malamku, jujur kuakui kalaulah diri ini tak seperti yang kau harapkan, aku pun hanya bisa berusaha dan berusaha. sekuat tenaga untuk mengerti dirimu, maumu, dan asamu. berusaha sekuat tenaga menjadi pejantan tangguh yang kau banggakan dan kau andalkan. menjaga dan melindungimu. menghiasi mimpi-mipimu. dan menaburkan bunga kasih diantara kita.

belakangan, mungkin karena salahku ataukah karena begitu besar inginmu, tak sanggup aku penuhi inginmu itu. kau tampak kecewa karenanya. maafkan aku, takkan ku ulangi itu lagi agar kau tetap menyungging senyum. karena dengan itu aku kuat. mengertilah sayang, dengan sgala kekuranganku, aku berusaha membahagiakanmu.

aku kangen dengan manjamu yang terkadang membuatku gemas. saat ku duduk, kau rebahkan diri dipundakku dan akupun mencumbu rambutmu dan membelainya. taukah kau bidadariku? saat-saat itulah yang paling aku sukai. karenanya, dulu setelah kau potong rambutmu tanpa sepengetahuanku, rasa kecewa sempat menghampiri, karena aku begitu suka ketika membelai rambutmu.

sayang, berjanjilah, ketika semua ini mendatangkan akhir cerita kehidupan, aku ingin tenang disisiMU dan mu. berjanjilah akan tetap menjadi bidadari yang slalu ku inginkan dan kubanggakan, karena tanpaMU dan mu, apalah arti hidup ini.

*) tanpa bermaksud mengurangi rasaku padaMU

pejantan tangguhmu

yusuf

ultah ke 22

dini hari tadi kaget dengan sms dari ayang:

sayang met ultah ya, mudah2an panjang umur, sehat selalu,diberi kelancaran rizqi, di beri kemudahan dalam menghadapi apapun, yang penting tambah sabar jangan emosian, yang lebih penting tambah sayang sama aku, mmmmmmuach….

dan pagi tadi baru si ayang nelfon lama banget….fiuh, ternyatah jatah idup sayah di dunia inih berkurang setahun, dan sayah tambah tua, udah 22 tahun. umur yang bisa dikatakan belon dewasa banget dan bukang jugax anak2….(yang jelas walao gak imut sayah tetep ngganteng) 😳

yang jelas adah beberapa hal yang sayah harapkan ke depan:

  • jangka pendek (sampe ultah taon depang)
  1. belajar apapun tentang komputer (software, hardware de el el). karena kemarin baru sahaja tersentil dengan omongan si wahyu “suf, apa yang kamuh bisa tapi aku gak bisa?” dan sayah pun sebutin atu2….dan ternyatah sayah belon ada apa2nyah sama si wahyu. terutama mangsalah komputer.
  2. KKN (kuliah kerja nyata)
  3. PPL (praktik pengalaman lapangan/praktek ngajar)
  4. nyiapin skripsi
  5. pengen nyambi kerja nyang laen
  6. tambah ngganteng
  • jangka panjang
  1. nyelesein skripsi biar cepet lulus
  2. nyari kerja
  3. ikut CPNS kalok bisa 😳
  4. mbeliin sepetak sawah buwat ortu sebagai ganti biaya selama kuliah :mrgreen:
  5. mbahagiain ortu
  6. kawin?   🙄   :mrgreen:

sepertih doa si ayang, sayah pun cumang bisak berdoa agar di beri kemudahan dalam segala hal.

pijat

yuhuy…., setelah sakit ituh agak mendingan, kemarin akhirnyah sayah pulang ke brebes. si ayang ternyatah nggondeli pengen ngikut, dan akhirnyah diyah sayah ajak. sempet alot juga mintax ijin dari kakaknyah. si kakak nyuruh kami make kereta ajah biar gak kecapekan, tapi si ayang ngotot pengen naek mongtor. dan akhirnyah sang kakak ngijinin kami pulang ke brebes naek mongtor.

pagi2 kami berangkat dari semarang ke brebes naek mongtor. dalam perjalanan ndak adah halangan apapong sampai tiba di rumah sayah di brebes. sampai di rumah kami kelelahan, istirahat bentar dan langsung disuguhi makanan oleh ibukuh. ternyatah di brebes lagi panen bawang merah. sayang satu petak bawangkuh gagal panen.

sayah amak ayang cuman sehari di rumah. rencananyah kalok akuh sendirian pengen agak lama, barang beberapa hari. tapi karena amak si ayang, liburankuh dirumah cuman sehari, kek silaturahmi ke orang lain ajah. karena tata kerama, si ayang ndak boleh nginep di rumah, rak ilok. dan jam 4 sore pong kamih berangkat lagi ke semarang.

perjalanang polang inih agak mangsalah dikit, baru sampai di tegal, di cegat pulisi buwat pemeriksaan kendaraan. mongtorkuh disuruh menepi bersama mongtor2 nyang laen, untung surat2 lengkap. udah menepi ternyatah pulisi ituh padah sibuk mriksa mongtor2 nyang laen, yawdah sayah bablas sahaja. dan ternyatah gak ada nyang nyemprit. aneh! apa udah dapet banyak duit yaks?  :mrgreen:

lanjut perjalanan, badankuh pegel2, si ayang jugax terasa pegal2, ketahuan dari gerak2nyah. dan kamipong istirahat di pom bensin, dan lanjut. sampai di Batang, kami makan malam di warung pinggir jalang sekalian melepas lelah dan laper. amunisi telah diisi, perjalanang di lanjutkan, joh!! sayang bangedh baru lima belas menit perjalanang, hujan deras mengguyur kamih, huah…..kek dicambuk pakek aer….untung bawak jas ujan. mungkin sekitar 30 menitan kami diguyur hujan, hingga jalan turunan alas roban, hujan baru berhenti, dan beberapa meter jalanan terlihat kering. agaknyah hujan diwilayah tertentu sahaja yang kamih lewati.

jam 9 malam tepat kami sampai di rumah ayang, melepas penat sebentar dan akuhpong pulang kekos dan tidorrrrr….

tadi, sayah ke rumah si ayang buwat nganterin diyah kerja. ayang berangkat kerja jam 12.30, tapi sayah tadi dateng jem 10, buwat sekedar ngobrol dulu sebelum berangkat. akuh juga maok tauk keadaan diyah. masih pegal-pegal gak badannyah setelah turing brebes-semarang PP.

benar jugax badannyah mangsih pegal2, diyah pong mutusin buwat nyari tukang pijet. kebetulan di dekat rumahnyah ada ibu2 sepuh yang biasa mijetin. setelah di pijetin diyah keknyah agak segaran. siap2 buwat kerja dan sayahpong mengantarkannyah.

sudah, ituh sahaja  :mrgreen:

maaf yang, akuh gak punyak mobil nyang bisak meneduhkanmuh dari hujan, melindungimuh dari teriknyah mentari, dan capeknyah mbonceng  :mrgreen:

jilbab dan cerewet

Adakah hubungan antara jilbab dan cerewet? *hayah kek skripsi ajah* :mrgreen:
Secara teori hubungan jilbab dan sifat cerewet tidak ada. Tapi kalok objeknyah perempuan, mesti ada, ya, khan? lha yang pakek jilbab khan ceweks, trus yang punyak sifat dan seringnyah cerewet jugax ceweks. Berarti ada hubungannya antara jilbab dan cerewet khan?  😆
hahahahaha…gini2…sepertih biasa curhat mangsalah bebojoan 😳
kemarin pas asyik2nyah berbincang dengan si ayang, tiba2 ajah dia nyeletuk:

abee mesti gitu dyeh….banyak omong..cerewet ah!

😦
dab! hihihihihi..emang akuh kadang banyak omong amak dia, banyak ngritik ayang 😛
salah satunyah ketika kita pergi ke tempat wisata di daerah pegunungan, masak si ayang pakek sepatuh nyang biasa buwat ke mall, ya akuh sindir ajah dia, hahahahaha…dia cuman bilang:

mule lagi dyeh….tadi akuh khan buru2, bee…

😦
akuh cumang senyam-senyum 😆
jadi, ati2 dengan sayah, sayah inih tukang kripik dan tukang nyindir 😈 😆
Nah…kedua mangsalah jilbab ituh, alhamdulillah secara mantap si ayang sekarang sudah pakek jilbab :mrgreen:
senang rasanyah setelah beberapa kali disarankan akhirnyah dia maok jugax berjilbab. tentunyah karena keikhlasan hati dan bukan karena disindir… 😆
*maok ketawA dulu*
huakakakakakakakakakkakakakakakakakaka…….

Camerku Meninggal Dunia

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah meninggal dunia dengan tenang Agus Hary Haryono ayahanda Ayang tersayang dalam usia 53 tahun. Jenazah baru saja dimakamkan di pemakaman umum Bergota Semarang.

Semoga almarhum diterima amal baiknya di sisi Allah SWT.

Yang, sekarang Ayang menjadi Yatim Piatu, jangan sedih, jangan putus asa, masih ada Abee yang akan selalu menemanimu dikala suka maupun duka.

Yang, mungkin kasih sayang Ayah tak pernah tergantikan oleh apapun, namun izinkan aku untuk menyayangimu laiknya Ayah menyayangimu.

Yang, Ayahmu ayahku juga, beliau sosok yang santun dan baik sekali pada semua orang. Semoga aku bisa mencontoh beliau

Yang, sekali lagi, jangan larut dalam kesedihan, karena aku akan selalu disampingmu.

Yang, aku yakin, Ayah diatas sana lagi tersenyum, maka senyumlah yang, karena senyummu adalah kekuatanku.

Yang, marilah kita berdoa semga Ayah tenang disisiNya:

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Allohummaghfirlahum, war hamhum wa afihi wa’fuanhum

Allohumma anzili rohmah wa maghfiroh daimah ila yaumal qiyamah

Waj’al kuburohum raudotan min riadil jinnan

Walaa taj’al kuburohum ghufrotan min ghufarin niiron

Yaa ayatuhan nafsul mutmainnah

Irji i ila Robbiki raudiyatam mardiyah

wadhuli fii ibadi wadhuli jannatii

Amin yaa Robbal ‘aalamiin

Laporan Mudik per 20-23 Maret 2008

Hihihi…berdasarkan press release kemareng kalok akuh pulang ke kampuang nan jauh dimato :mrgreen:
Sekarang, berdasarkan permintaang dari pemirsa sekaliang, sayah kasih oleh2nyah dari perjalanang sayah pulang sampai kam bek lage ke perantauan.
press release?! emangnyah siapa loch! 👿
wokeh sayah runut perjalanangnyah….
hiappp, malamnyah akuh udah siap2, nyiapin pakean: kaos dua, sarung, picis, dua CD blank, peralatan mandi, semuanyah kumangsupin ke dalam tas eiger kesayangan *hayah* di dalamnyah udah ada seekor geranat nanas, sebiji tank, seikat peluru timah, sepotong lalat, seonggok kecoak, martil, gergaji, paku, honda jazz, pizza, bunga bakung, kulit pisang, kondom, mentega basah, siput, berang2, sekotak berlian, manisan mengkudu, melati dan terakhir ada kain kafan.
Kamis, 20 Maret
Sangat nyang ditujuh terjadi, terjadilah. Menurut rencananyah sayah akan mudik bersama teman seperjuangan diperantauan nyang nyasar kuliah di UDINUS naek mongtor. Beugh….biarlah terjadi……dasar kebo mangsih sahaja molor, mana telat lage 👿
tak kira dia udah nyiapin semuanyah sejak malam harinyah 👿
beugh…akirnyah jam 12.00 tepattt kittah cabut bulunyahdari semarang menujuh kampuang. Berboncengang naek mongtor bikin pegal nich bodi. BIking ceper bokong. Dalam perjalanangnyah kitah cumang istirahat sekali di Pemalang. Mampir di warung pinggirang sabuntar buat ngisi amunisi. Perjalanang dilanjutkan kembali setelah amunisi telah lengkap dan siap tempur kembalih. Lega rasanyah setelah melewati gerbang istanah bertuliskan “selamat datang kabupaten brebes”.
Segenap….hatikuh luluh lantak…. *hayah*
Jam empak soreh telah sampailah sangat nyang berbahagia, dengan selamat sentausa menghantarkan paduka raja ke depan pintuh…………………rumah :mrgreen:
Disambut gegap gempita rakyat jelatah nyang mengelu-elukan menyambut kedatangan sang jenderal *hayah katanyah rajah*
Jum’at, 21 Maret
Si calong dokter ternyatah nggak balik kampuang, katah pak haji, dia lagi praktik di puskesmas di sonoh. Padahal udah kangeng amak candaannyah. 😳
Pagi2 kuturut ayah ke sawah…. *hayah*
Akuh bersamah adek tercintah pagi2 udah pergi ke sawah buat ngirimin makanang para penggarap sawahkuh. Oh iyaks, padikuh udah panen dua petak karenah memang ditanam duluang, sedang nyang laing mangsih berdiri tegak bersamah padi2 tetanggah. Mungkin sebentar lagi maok panen raya. Tanah bekas padi tersebut akang ditanami bawang kembali makanyah pagi ituh para penggarap udah melaksanakan perintah ayahanda buat nggarap sawahnyah. Karena maok sholat jumat, akuhpung pulang lageh.
Sabtu, 22 maret
Seloroh sanak pamili pada kumpol buat nyiapin acara nujuh bulanang istri pamangkuh. Ibukuh sendiri sedari pagih hingga malam mangsih sibuk sahaja di rumah nenek buat nyiapin segala keperluang acara tersebut. Akuh pong ikut ambil bagian. Nyiapin segala peralatan buat acara “selamatan” pada malam harinyah.
Yaapp acarah dibiking sederhanah, seloroh undangan malam ituh telah hadir. Pamangku, sang empunya hajat, telah sampai di brebes sedari pagih bersama keluarga sang istri dari jakarta, karena memang pamangkuh ituh tinggal dan bekerjah disanah.
Menarik dan mungkin baruh kalik inih akuh tauk acara selamatan nujuh bulanan ituh. Sangat undangan telah hadir semuah dan sang ustad tengah membacakan mantranyah doanyah, istri sang pamang berlari keluar diikuti pamang dari belakang membawa telur dan dipecahkan di depang rumah ditengah orang2 nyang kusuk mengamini doa sang ustad. Kemudiang lari kebelakang rumah dan membersihkan diri. Hmmm….ternyatah gitchu yaks…nujuh bulanang…. :mrgreen:
Tengah malam ketika para tamu undangan dan acara telah selese, akuh pulang kerumah dan langsung tidor.
Minggu, 23 Maret
Akuh udah bersiap2 buat kambek lageh ke semarang. Ibukuh nyang sedari kemareng merengek pengeng ngikut akuh, katanyah beliau pengeng tauk rumah si Ayang. Ku paksa sajah beliau buat naek kereta api sajah, nggak usyah mbonceng akuh. Kesian beliau kalok kecapekan. Namung beliau tetap ajah ngotot. Walo terpaksa akhirnyah akuh turutin buat mboncenging beliau ke semarang.
Jam 10.30 akuh berangkat dari brebes. Ibukuh mbonceng sepeda mongtor bersamakuh, diselipi adekkuh nyang mangsih kecil ditengah menujuh kesemarang.
Al hasil, yach itulah…..ternyatah ibukuh kecapekan jugax. Kamih istirahat di POM besin di daerah Batang. Makang di warung dan melanjutkan kembali perjalanangnyah. Sampai di pintu gerbang semarang, ibuh menyuruhkuh istirahat kembali, dan kalik inih akuh bilang amak beliau, “mah, gini khan kecapekan….padahal dah tak suruh naek kereta saja…khan enak….”
ibukuh tetap sahaja bungkam, karena dari raut wajahnyah memang dia capek buangedh. Perjalanang di lanjutkan sampai di koskuh pukul 3.30 fiuh…perjalanang Brebes-Semarang biasanyah bisa ditempuh 3-4 jam kalik inih karena amak ibukuh di tempuh 5 jam.
Rasa capek menghinggapi, sesampainyah di kos, ibuh langsung tidor. Ku biarkan sahaja beliau biar istirahat.
Jam 7.30 malam, sesuai rencanah ibuh, kami pun bertandang *hayah* ke rumah Ayang tercintah.
(Ups iyaks, beberapa hari sebelumnyah saat sayah mangsih di brebes, Ayang kaget nerima smskuh tentang rencana Ibukuh nyang pengen kerumahnyah, si ayang keGe eRan dikirah maok dilamar, padahal ibukuh cumang maok tauk rumah sang ayang doanks 😆 )
Tepat jam 8 malam kamih sampai di rumah ayang tercintah. Disambut dengan gegap gempitah…. :mrgreen:
*) nggak usyah diceritain yaks ngapaing ajah disanah… 😳
Setelah ngobrol ngalor ngidul, jam 9 kamih cabut dari rumah Ayang tercintah. Lega rasanyah…..
*) udah yaks….nguantuks buangedh…. :mrgreen:
*tidor*

.

.

.

*) gak ada skrinsyut  👿

Telat Makan dan Gizi Buruk

Beugh…paling sebel kalok nyuruh si ayang buat makan. Disuruh makan malah gag maok. Lebih sukak makan snack kek ciki, cetos de el el….
heh!!!!… 😈
Tapi nyang akuh herman, dia kok malah nambah tembem pipinyah. Padahal kalok makan sehari cumang dua kalik kadang jugax sekali sehari. Tapi iya ituh, cumang ngemil. Apa ya kenyang..?. Beda amak akuh, mesti kudu makang tigax kalik sehari kek minum obat ajah. Kalok gag, cacing dan tikus2 dalam goa selarong bisa treak-treak. Di tambah penyakit maagh nyang bakalan memporak-porandakan perutku yang kotak-kotak inih. :mrgreen:
Aneh bin ajaib, si ayang nyang makang asal-asalan malah tambah ndut, cubby. Akuh nyang dari dolo makang kek militer harus teratur tapi tetep ajah kurus, kerempeng, kutilang darat (kurus tinggi langsing dada rata). Coba ajah bayanging, tinggi 170 cm berat cumang 54 kg. Kurus bangedh khan….kek kena Gizi Buruk…
Tapi nyang jelas akuh ndukung kampanyeh Anti Gizi Buruk ntuh…biar orang-orang kek sayah bisa diperhatikan dan dipelihara oleh pemerintah buat kelangsungang idup mereka…
So…..Siap……………………grakkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!

postingang nyang mungking terkait:
mereka-berhak-juga-untuk-makan
lapar-menjemput-ajal-pedulikah-kita
tpc-go-blog-campaign
saatnya-blogger-unjuk-peduli
indifference
mari-menyatakan-kespritualan-kita
miskin-lalu-mati
aksi-nyata-anti-kelaparan-meski-kecil.

atas-nama-kemanusiaan
bandingkannn
stop-kelaparan
materi
stop-kelaparan-dan-gizi-buruk
peduli-peduli-yuk-kita-peduli
nasi-aking-dan-sirnanya-empati-kita-terhadap-sesama
aku-puisi-kekinian-tanya
mari-peduli.html
http://www.zoelk.blogspot.com/
untuk-indonesia-dari-indonesia
terbunuhnya-sang-lapar

Karena aku dia sakit

Nglanjuting nyang kemareng.
Setelah saling mendiamkan ntuh, akupun menghubungi si ayang lewat telefon kemarin siang. Aku kaget karena si ayang ternyata lagi sakit. Nggak disangka gara-gara mangsalah ini dia jadi sakit. Badannyah panas sejak hari senin ntuh.
Aku pun semalam walaupun hujan deras menemuinyah. Ah, semalam di semarang hujan deras dari maghrib sampai malam hari. Entah kenapa yang jelas aku jadi khawatir dengannya. Walaupun hujan aku terus saja mengendarai motor hingga sampai dirumahnya. dua puluh menit kemudian aku sampai jugax.
Dengan rasa kaget si ayang menyambutku. Ah, aku jadi ngerasa bersalah sudah mbuat dia jadi beginih.
Abee: yang…napa sampe sakit gini sich…(nyentuh keningnyah, dan puanas buangeds)
Ayang: gara-gara abee nich…(sambil bergelayutan dibahuku)
Abee: udah maem belom?
Ayang: belom bee…dari tadi pagi…
Abee: loch…yang2..maem dulu tho…tak suapin deh…
Ayang: nggak mao…!udah kenyang…
Abee: maem apa, kok udah kenyang? katanya belon makan….
Ayang: makan ati…
Abee: lha? hayuk maem tho yang…nanti malah tambah sakit…trus udah minum obat belom?
Ayang: nich obatnyah…(menepuk dadaku)
Abee: lha?
Ayang: iya…abee yang bikin aku sakit, abee jugax obatnyah…
Abee: ❓
Ayang: bee…maem yuks diluar, nyari nasi goreng, aku pengen maem nasgor…
Abee: lha? ntar malah tambah sakit loch habis hujan…
Ayang: nggak pa2…hayok…apa pengen aku tambah sakit gara2 nggak maem?
Abee: iya deh iya…
Kami pun nyari nasi goreng diseberang jalang.
Ngliatin si ayang maem dengan lahapnyah aku pun jadi senang, semoga saja dia cepat baikan.
Selese makan, kembali, dan ngobrol sesaat. Malampun semakin larut. Aku pun berniat pulang namun ternyata hujan kembali turun dengan derasnyah. Karena malam begitu larut, aku pun pulang saja walaupun dengan konsekuensi kehujanan lagi. Aku nggak enak sama keluarga yang lain. Biarlah tata krama selalu terjaga.
Ngoyo? mungkin? Ah, walaupun dengan konsekuensi kehujanan saat datang dan pulang njenguk si ayang, kulakukan itu demi dia. Maaf bukanyah pamer, tapi memang aku benar2 sayang buangeds amak dia walaupun dengan berkorban sedikit inih. Dan sekarang aku harus menanggung kehujanan ituh dengan terserangnyah flu. 😆
yach…beginilah cinta….(jangan diterusin dengan kata2 ti pat kai nyah serial sun go kong!!!!)  👿
Fiuh…mangsalah satu (mungkin) telah selesai, mangsih ada mangsalah laen yang perlu aku selesein….
*kembali mencoba tegar dengan berdiri satu kaki*

Arrgh..

Mangsalah datang bertubi-tubi, seperti peluru senapan tentara ntuh…
Sejak dua hari yang lalu aku dan si ayang mangsih saja saling mendiamkan, tak ada kontak. Pun jugax kemareng teman sekostku kecelakaan saat menuju ke semarang. dan berbagai mangsalah yang lain. Mencoba tegar seperti karang ntuh, mencoba berdiri tegak dengan satu kaki..
Ya Rabb, ada apa gerangan….
Kurangkah sujudku..
Kurangkah baktiku..
*teriris sembilu* 😦
maaf jika aku sampai sekarang tak sempat blogwalkingbersilaturahim seperti biasanyah
*sembunyi dari peradaban*