sukak lagu apa?

Satuh per satuh pelanggan warnedh bernongolan […basa apah ituh?…]. Di mejah operator si bos lagi nangkring sambil muterin J-Rock-nyah [..japanese rock]. Beugh…kalok udah nangkring sambil mungter laguh gituh, bukang cumang orang sewarnedh nyang denger, satuh Rt bisah denger. Kadang sebel jugax amak diyah. 👿

Nyang namanyah hobi, ya gak bisa diganggu gugat. Bukangnyah antih J-Rock, akuh sukak jugah, tapih kalok udeh kencengnyah setengah mati, bawaannyah pengen matiin orangnyah lagunyah. Sering tak bilanging kalok jangang keras2 n yang jelang gak semuah orang sukak eh diyah malah cengar cengir kek wedus gembles. Kalok kek ginih pelanggan bisak padah kabor.

Pernah bacak jugax sebuah buku gituh, tentang tak-tik mengikadh kongsumeng. Dalam bukuk tersebut dijelaskan, kalok sebuah laguh nyang diputer, [padah bukuk tersebut di contohkan padah sebuah minimarket] mempengaruhi kenyamanan konsumen. Kalok pemilihan lagu tepat, makah kongsumeng akan berlama-lama, pun sebaliknyah kalok laguh nyang diputer tidak tepat dan cenderung keras (suaranyah) akan membuat kongsumeng tidak betah berlama-lama. Jadih, bisak hal inih akang mempengaruhi target penjualang produk (jika sebuah toko).

Padahal udah sayah jelaskang padah si bos perihal bukuh tersebut dan pendapat sayah, tapi dengang argumengnyah, si bos beralasang kalok gak semuah kongsumeng gidu. Yach…wat eper-lah.

Laing halnyah si bos nyang atunyah lagih. Dedengkot mahapala UNNES inih lebih sukak laguh Barat. Diyah sukak nyang melow2. Kadang jugax cumang mungter instrumental. Beugh….biking ngantuk….jangang2 pelanggan warnedh gak browsing malah tidor…. 😦

Ituh semuah hak prerogatip mangsing2. Atu yang jelas, jangang biking pelanggang kabor ajah…. :mrgreen:

Kalok akuh semuah laguh sukak. Baik band2 negri sendiri tidak termangsup kangeng bend……cong Barat, Jepang, Mandarin. Atawa kek laguh keronconng sekalipon. Asal mood lagih sukak, tinggal puter….

Gimanah kalok anda? sukak lagu apa?

warnedku nggak gidu…

Saat ini warnedku lagi rame karena banyak mahasiwa yang pada ngisi KRS untuk semester genap inih. Beugh…biasalah kayak yang sering aku ceritain dolo-dolo, banyak pelanggan dudud (pinjem istilah alm.hoek soegirang). Minta ini, minta ituh…kebanyakan para bidadari betinah yang cerewed…..  👿
Ituh mungkin karena warnedku yang makai PClinuxOS nyang mungkin mangsih asing dikalangan rakyat jelata atawa mereka memang pelanggan yang dudud. Yang jelas hiruk pikuk pelanggan dudud tetap akan selalu ada.
Bedewei gimanah dengan warnedh yang jadi tempat semadi anda?

Perlu diketahui oleh khayalak kalok warnedhku inih berbentuk dua lurus berjajar dan berhadapan. Hanya diberi sekat disampingnyah didepan terbuka jadi otomatis setiap pelanggan bisa melihat satu sama lain dan berbentuk lesehan.
Aku sempat kaget ketika seorang temen memberitahu kalok ada jugax warnet yang dibuat mesum pelanggannyah. Sekat-sekat yang tertutup membuat mereka dengan leluasanya beraksi. Akupun kaget jugax setelah melihat ini:

hi.jpg

Lha? apa emang sekat-sekat yang dibuat diwarnet emang menguntungkan mereka? lha untungnya warnetku nggak gidu…

Fenomena Pengemis Gaya Baru

sumbangan.jpg

Fakir miskin dan anak-anak terlantar ¨tidak” dipelihara oleh negara.

Setiap hari ada saja pengemis dan pengamen yang mampir diwarnetku berharap kocek menggelinding. Bukan hanya sesaat, tapi hampir tiap jam ada saja pengemis atawa pengamen yang mampir. Secara otomatis aku harus menyediakan recehan tiap hari.
Fenomena semakin banyaknya pengemis dan pengamen di sekitar kampusku ini terjadi belakangan ini. Dimulai sejak setahun yang lalu, banyak pengemis yang kebanyakan ibu-ibu yang ¨menyerbu¨ kampus kami. Mereka terkadang tidak sendirian, namun dua atawa tiga orang. Dengan pakaian sederhana berkerudung (bukan jilbab). Mereka berkeliaran saat jam-jam kuliah.
Cara yang mungkin (menurutku) agak beda ialah saat ibu-ibu pengemis mendatangi mahasiswa yang lagi duduk-duduk santai, sang pengemis bukan hanya menengadahkan tangan, namun dengan cara memelas menengadahkan tangan sambil berlutut. Agak risih jugax, namun terkadang mereka (para mahasiswa) akan menjadi iba dan selanjutnya kocekpun bergulir.
Mahasiswa yang risih dengan fenomena ini mengajukan permohonan kepada pihak universitas dan kelurahan setempat untuk menertibkan para pengemis tersebut. Dengan bekerja sama dengan POLMAS (polisi masyarakat) pihak universitas menertibkan para pengemis yang berkeliaran di area kampus.
Salah satu pengemis saat di wawancarai reporter buletin kampus, mengakui bahwa, alasan mereka memilih area kampus untuk mengemis ialah mereka menilai para mahasiswa lebih iba terhadap mereka dan tidak segan-segan untuk mengeluarkan koceknya. Mereka (pengemis) jugax beralih ke area kampus karena di jalan maupun di kota, mereka takut akan terjaring razia lagi.
Walaupun sudah dirazia dan di larang oleh pihak kampus dan kelurahan namun mereka kini kembali berkeliaran dikampus.
Ada fenomena lagi (sesuai judul postingan) adalah fenomena pengemis gaya baru (di sini). Pelakunya juga kebanyakan seorang ibu-ibu. Mereka tidak meminta-minta dengan menengadahkan tangan. Pakaiannya pun agak bersih dengan payung ditangan dan menenteng sebuah map. Usut punya usut ternyata map itu bertuliskan surat pernyataan dari sebuah yayasan untuk meminta sumbangan. Entah yayasan dari mana yang jelas banyak yang menilai kalau itu cuman yayasan fiktif.
Aku sempat merasa jengkel, iba, sekaligus geli dan ingin tertawa, pokoknya campur aduk. Kemarin ada seorang ibu-ibu dengan anaknya (membawa map dan payung) hendak ke warnetku. Ah, paling seperti biasanyah kayak yang lain, meminta sumbangan. Saya kira mau ke warnet, namun ternyata sang ibu menunggu diluar sambil duduk-duduk, dan sang anak (kayaknya berumur 7 tahuanan) yang disuruh masuk ke warnet untuk meminta sumbangan. Si adek kecil itupun menyodorkan mapnya kepada kami. Dan seperti biasa sesuai anjuran ketua RT kalau tidak boleh memberikan sumbangan dadlam bentuk apapun, kamipun menolaknya (waktu ituh aku amak si bos). Si bos pun menolak map si adek. Tapi ternyata si adek kecilpun merengek terus.
Mungkin karena ditolak terus akhirnya si adek melihat minuman di lemari pendingin dan merengek meminta minumannya.
¨pak, minta mimiknya….¨
*busyet aku di panggil pak*
äkupun mengambilkan aqua gelas dan memberikannya
¨yang besar itu pak…¨ rengeknya
Akhirnya aku pun mengambilkannya, ia pun senang dan segera keluar menemui ibunya.
Aku dan si bos geleng-geleng kepala.
¨hebat ya ibu itu, memanfaatkan anak kecil¨ gerutu si bos…

 

Kaleidoskop 2007

Ahiayayayayayayaya….. 😥

Akhir tahun 2007 tinggal menghitung hari, kini kita tengah bersiap menyambut tahun 2008. Biasanya di tipi ditayangkan berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang tahun lewat berita. Nah, disini saya sekedar iseng sekaligus menunjukan kenajis narcisan saya yang katrok bermaksud merangkum kembali diary dan artikel keren tulisan sampah saya sebagai bahan introspeksi bahwa tulisan saya memang bener-benar keren SAMPAH 👿

Blog ini saya buat pada tanggal 2 september 2007, dengan tulisan pertama yang begitu norak najis. Tapi sebenarnya saya orangnya nggak suka dan nggak bisa basa-basi. Jadi, sampeyan semua bisa lihat kalau tulisan saya kadang cenderung singkat dan langsung pada sasaran tembak topik. Bahasa yang digunakan pun masih kacau-balau. Menurut yang dipertuan agung Mbah Bedjo “isi tulisan mencerminkan otak sang penulis” dan memang saya akui demikian adanya 😦

Beberapa bulan ini saya sok mengamati bahasan apa yang kira-kira banyak disukai dan memang layak disukai juga bermanfaat buat si pembaca tentunya. Namun saya melihat memang cenderung “agak” musiman. Musim duren nulis rame-rame nulis duren, musim hujan banyak yang hamil, nah lho! 😆

  • Katanya nggak suka basa-basi? 👿
  • Lha iya, makanya ini lagi belajar basa-basi, katanya kadangkala basa-basi itu penting :mrgreen:

Yupp langsung saja, :mrgreen:

:::Bulan pertama alias september:::

    Karena awal bulan puasa, isinya kebanyakan tentang puasa. Seperti kata saya tadi, “musiman”. Ada juga masalah negara, sosial, pendidikan, dan tak ketinggalan tentang diriku sendiri yang narcis narjis yang membahas tentang aku dan pacarku. Awal nge-blog bulan pertama saya ini, mencoba beradaptasi dengan berbagai tul-tul yang ada di dasbod. Selain itu aku juga kerap menulis hingga 3x sesuai anjuran dokter kalo minum obat dalam sehari. Dan sempat mencak-mencak juga gara-gara ulah bloger keblinger. Awal adaptasi yang kurang baik 😦

    :::Bulan Oktober:::
      Nggak seperti awal-awal ngeblog yang semangat nulis di bulan ini saya hanya nulis beberapa saja dikarenakan liburan idzul fitri yang panjang dan berkangen-kangenan bersama keluarga dirumah. Bulan ini selain momen sumpah pemuda juga terjadi kasus pengklaiman malaysia tentang lagu rasa sayange, dan mencuatnya kasus nabi palsunya mushaddeq. Sedangkan dikampusku sendiri (UNNES) nasib malang menimpa mahasiswa karena terjadi kebakaran yang menghanguskan semua isi rumah termasuk hal yang paling penting bagi masa depan mahasiswa *SKRIPSI* padahal kebakaran tersebut terjadi pada saat hujan lebat.
      :::Bulan November:::
        Mungkin ini bulan terproduktif bagi saya karena banyak buanget yang saya posting. Mulai curhat pribadi, materi kuliah, mbahas masalah sosial maupun sekitar blog WP sendiri. Dibulan ini juga wacana nabi palsu al qiyadah mulai surut karena pertaubatan sang pemimpin. Namun ditengah bulan saya mengalami kebosanan. Untuk mengatasi kebosanan dan dengan dalih membantu orang lain saya bikin postingan tentang CPNS. Weks bukan cari traffick, kalaupun pengen mendingan dengan blog yang ber-adsen. Seperti kata saya diatas, tulisan di WP kadang musiman, dan saya juga ngikutin musim sambil menghilangkan rasa bosan. Kembali setelah lagu rasa sayange diklaim malingsia dan kemudian diakui bahwa itu milik indonesia, kini giliran reog ponorogo diklaim dan akhirnya mengakui juga kalau itu memang budaya kita. Kita serasa dipermainkan. Ada juga beberapa humor katrok ndeso dan pernyataan bahwa blog saya ini bukan blog tematis serta memprovokatori supaya WP dibubarkan :mrgreen:

        :::Bulan ini alias Desember, tutup tahun:::

        Bulan ini (desember) adalah bulan kritis najis narcis di beberapa postingan yang sempat juga menggoda sang ratu kopdar. Namun bulan juga kritis karena beberapa kali berniatan hiatus dan kemudian membuat domain baru yang “agak” religi dan memerlukan kedalaman hati. Aku juga pulang kampung dengan membawa oleh-oleh “calon dokter dan bawang merahnya“. Hingga merebak lagi artis2 blog 👿

        Fiuh……akhirnya slese jugax dengan ribuan kali editan 😆

        :::tertawa riang:::

        Sumber inspirasi dari sini

        kU aKui tUbUhmU meLuNgLai

        ku akui tubuhmu melunglai

        sempat ku memuji dalam hatiku

        jangan pikir aku ‘kan mencinta

        ku hanya kagumi

        hanya memuji……

        krekkk……..

        “mas, ada yang kosong?”

        “ad, mba, nomor dua belas”

        “makasih….”

        ****lima belas menit kemudian*****

        “mas, ngeprint dong….”

        “disimpen dulu, mba, file nya….”

        “kok, nggak bisa mas…….”

        *****menghampiri****

        “ini pakenya apa tho, mas? susah banget….”

        “linux, mba, sebenarnya gampang seh……sama ajah ama windows”

        “oh…….”

        “ini disimpen di dokumen jangan lupa dikasih nama dan belakangnya kasih titik Ha Te eM eL….”

        “makasih, mas…..”

        *****beberapa lama kemudian****

        “udah, mas. yang tadi diprint semuanya ya, mas…….”

        “ya, mba……..”

        “mas2…dipindah di windows dulu….”

        “word maksudnya?”

        “oh, word yaks?”

        “ada tujuh belas halaman, mba…”

        “banyak bangeds…….”

        “iya mba, emang segitu…”

        “satu lembarnya berapa?”

        “empat ratus, mba………”

        “kasih diskon ya mas…..mas nya baik deh……..”

        “iya mba……”

        *****semenit kemudian*****

        “berapa jadinya, mas?”

        “tujuh ribu lima ratus mba…..”

        “katanya mao didiskon, mas…….”

        “udah, mba……..”

        “tujuh ribu ajah deh mas……khan sama orang cantik……”

        ARRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH  👿