Peluang usaha snack anak-anak

Beberapa waktu yang lalu, sayah berkunjung ke tempat usaha seseorang yang mempunyai usaha penjualan makanan snack anak-anak dan minuman serbuk. Jenis snack seperti sosis, taro, chiki-chiki dll serta minuman serbuk seperti cola-cola, jas-jus, marimas dsb.

Usaha ini terletak disebuah pasar desa didaerah brebes. Usaha ini satu-satunya usaha snack yang ada didaerah tersebut. Stok barang sangat banyak dan beragam. Karena disebut pasar pagi, usaha tersebut buka mengikuti jam pasar yaitu jam 05.00-08.30. ya! Hanya sekitar 3-4 jam saja!

Bermodal sebuah lapak yang disewanya dengan tarikan iuran perhari sekitar rp.1000. Namun omsetnya sangat menjanjikan untuk sebuah usaha dikalangan pedesaan. Omsetnya dalam sehari sekitar 900.000-1.500.000 dengan keuntungan minimal 10 % dari omset. Para pelanggannya ialah para warung-warung dan toko-toko sembako didaerah sekitar. Ada sekitar 4-5 desa yang kulakan tempat milik bu ani ini.

Setiap hari, ia kulakan sekitar 1.200.000-1.500.000 dipasar induk didaerah kabupaten tegal. Sungguh perputaran uang yang sangat cepat dan begitu banyak. Jika grosiran kecil seperti ini saja dengan omset segitu, bagaimana kalau grosir besar yang menjadi kulakannya. Bias dibayangkan, kuntungan usaha yang menurut kita remeh ini namun sangan menjanjikan.

Kita hitung saja pemasukan rata-rata omset perhari sekitar 1.200.000 dengan keuntungan 10%, maka keuntungan bersih sekitar 120.000/hari atau sekitar 3.600.000/bulan! Mengalahkan gaji seorang PNS golongan IIIa ! hehehe. Eits, tunggu dulu, ini hanya bekerja selama 3-4 jam saja untuk berjualan! Taruhlah ditambah untuk kulakan setiap kulakan memerlukan waktu sekitar 1 jam berarti untuk usaha ini hanya memerlukan waktu sekitar 4-5 jam! Bandingkan dengan pekerjaan anda sekarang? Minimal 8 jam sehari belum ditambah lembur! *curhat* hahahaha….

Yups, masihkah ragu untuk memulai usaha baru? Action…action…action! Cerita ini real ada bukan rekayasa atau hanya perkiraan-perkiraan saja seperti pada artikel-artikel semacam peluang usaha yang lain ituh. Yaks…bersambung di lain kesempatan.

OTS (on the spot)

gak terasa udah hampir setahun sayah kerja di bank syariah. inget bagaimana dulu berjuang dari ribuan pelamar hanya 20 orang yang diterima. semarang, memang dikota itu masih banyak orang yang mencari pekerjaan yang menurut mereka “layak”. bagaimana dulu berjubel2 menunggu antrian wawancara. sampe delosoran dilantai. hmmm bener2 perjuangan tiada tara, hehe. ditambah lagi pengumuman yang tiap tahapan seleksi yang lamanya minta ampun. dari 5 tahapan seleksi dimana tiap tahap membutuhkan waktu yang lama hingga sekitar 4 bulan baru ada pengumuman akhir siapa saja calon pegawai bank syariah tersebut.

pun, begitu pendidikan selesai di pusat selama 2 minggu. kami yang lolos masih saja dipecah dan ditempatkan diberbagai wilayah di jateng. aku sendiri, ditempatkan di wilayah tegal. dekat banget sama rumah, pikirku waktu itu. brebes- tegal hanya 30 menit (menurutku, dekat). namun ternyata cabang tegal belum dibuka. dan aku “dititipkan” dulu disemarang. ada juga yang dititipkan di cilegon dan jogja.

kini, setelah cabang tegal buka sebulan yang lalu, aktifitas tidak sebanyak waktu masih “dititipkan” disemarang. walapun begitu, tidak serta merta sayah nganggur dan magabut (makan gaji buta) karena tiap hari (dari bulan februari penarikan dari semarang), slalu saja marketingan kesana kemari. walaupun posisi kerjaan sayah sebagai back office.
OTS atau survei lokasi tempat usaha merupakan salah satu jobdesk sayah. dengan job desk itu, memungkinkan sayah untuk tidak selalu bekerja dibelakang meja (yang kadang membosankan). karena saya harus selalu keluar untuk OTS jika ada permintaan dari unit lain. untung saja ada job untuk keluar jadi sayah tidak bosan dibelakang meja terus.

OTS itu menyenangkan, karena dari OTS itu sayah bisa lihat beberapa usaha orang dan sekaligus karakter orang tersebut. mengenal usaha calon nasabah, secara tidak langsung ada beberapa keuntungan yang bisa saya dapatkan. selain merupakan bagian dari pekerjaan, saya bisa tahu bagaimana orang memulai usaha dan mempertahankannya. terkadang, saya bisa mengenal secara rinci usaha dari calon nasabah yang saya kunjungi. itu sayah lakukan agar benar2 bahwa calon nasabah tersebut nantinya mampu mengangsur dari pembiayaan (konvensional:kredit) yang diajukan. tidak mungkin memberikan pembiayaan jika secara financial nasabah tidak mencukupi. itu akan memberatkan bagi nasabah. walaupun ada target realisasi pembiayaan, tidak serta merta mengucurkan dana dengan begitu mudah tanpa dilakukan pengecekan atas kemampuan nasabah.

banyak sekali godaan yang didapat ketika melakukan OTS. banyak dari nasabah yang sudah bankable biasanya ada yang berusaha menyogok petugas OTS (survei) seperti sayah. motifnya tak lain adalah agar pembiayaan sang nasabah di acc atau terealisasi. karena dengan tugas ini, saya bisa merekomendasikan pada bagian analis apakah usaha sang calon nasabah benar2 ada dan cukup untuk pembiayaan yang diajukan nasabah.

memang banyak godaan yang ada pada pekerjaan di sektor perbankan. karena disini banyak uang bersliweran, entah uang siapa, hehehehe…semoga saja sayah masih dapat mempertahankan idealisme sayah dan keimanan sayah dan tidak tergoda dengan sgala rayuan yang ada. karena sayah tidak mau jadi malinda dee ke 2, hehehehe merdeka!!!!!

*)curcol buosssssss

*_)masih belajar jadi bankers jujur!