tes cpns

alhamdulillah kemarin, 29 oktober 2014 jam 08.00 ikut tes CAT CPNS kab pemalang. berangkat dari rumah sekitar jam 05.20, karena jarak yang ditempuh lumayan jauh. tiba di lokasi, SMK N 1 Pemalang sekitar jam 6 pagi tepat. ternyata, pelaksanaan verifikasi dan registrasi baru dimulai jam 7 pagi. nunggu sejam lebih cuyy…
jam 07.15 verifikasi dimulai, dan sekitar jam 07.40 mulai pretes dulu sambil sosialisasi tata cara pelaksanaan tes CAT. jam 08.00 mulailah ujian CAT yang sebenarnya. ebusyet soalnya banyak banget. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2014 memuat passing grade untuk tiap tes. Passing grade untuk tes wawasan kebangsaan 70, tes intelegensi umum 75, dan tes karakteristik pribadi 126. alhamdulillah sayah dapet 149 tes TKP, 90 buat tes TIU dan TWK 95, diatas minimal. moga sayah lolos, amien…..
sayah berharap banget bisa lolos tes CPNS kali ini. sayah juga berharap tes CPNS tahun 2014 ini bisa bener-bener tanpa ada berita miring tentang pelaksanaan dan kelulusan CPNS seperti tahun-tahun sebelumnya yang beritanya simpang siur dibeberapa daerah yang katanya ada calo. alhamdulillah tes kali ini menggunakan sistem CAT, jadi tiap peserta bisa liat nilai masing-masing.
sayah lupa udah berapa kali ikut tes beginian. yang jelas, sayah udah pernah ikut pertama kali tes cpns di kab brebes dan tes cpns kab subang jawa barat.
jauh-jauh tes CPNS di subang jawa barat, banyak. cerita menarik. waktu ituh kalok gak salah, sayah tes cpns sekitar tahu 2010. waktu ituh sayah mingsih jadi salah satu kepala cabang franchise bimbel yang punya lebih dari 700 cabang seluruh indonesia. sayah bela-belain ke subang karena dari sekian banyak kabupaten dijawa, cuman subang yang membutuhkan formasi cpns buat jurusan sayah yang paling banyak. ada sekitar 4 formasi untuk guru SMP.
duz, berangkat dari semarang naek bis jam 19.00, sayah sama sutrisno, teman satu kos waktu ith hari jumat malem, tes hari minggu. perjalanan paling lama yang pernah sayah tempuh setelah brebes-bali dahulu waktu study tour. waktu ituh sayah mingsih semangat-semangatnya karena dengan keyakinan penuh akan lolos tes cpns ituh. diperjalanan, gue minta sama supir bus buat berhenti sebentar dibrebes, ortu sayah sudah nungguin. sebagai anak yang patuh sama orang tua, (cieh) sayah harus minta doa restu. supir yang baik hati berkenan berhenti sejenak, alhamdulillah beliau juga sambil ngecek keadaan ban dan bagian kendaraan lain, gak ada 5 menit, perjalanan dilanjutkan.
beugh…ini yang paling miris, jam 02.30 sayah diturunin di cikampek, bus lanjut ke jekardah. wadow..sayah kan gak apal daerah situh. mondar-mandir cari informasi angkot apa bus yang bisa langsung ke kota subangnyah. sambil menahan kantuk, micingin mata. dus, akhirnyah dapet juga angkot…..
lanjut ntar ye…

sulitnya cari petani penggarap

Agustus ini,di brebes merupakan musim tanam bebas. Maksudnya,para petani bebas menanam apa saja, baik bawang merah, kacang panjang, kedelai, ketimun atau sayuran lainnya.
Ya, brebes khususnya daerah pantura, mengenal 3 musim. Antara oktober-april atau musim penghujan adalah musim tanam padi, setelahnya musim tanam bawang dan terakhir musim tanam bebas sampai kembali pada musim tanam padi.
Beberapa tahun terakhir, para petani dibrebes sedang mengalami kesulitan tentang petani penggarap. Selain upah petani penggarap yang terus naik hampir tiap musim, juga tentang minimnya petani penggarap.
Memang belakangan ini para pemilik lahan kesulitan mencari petani penggarap dikarenakan beberapa faktor diantaranya:
1. Kerja dijakarta
Memang daya tarik jakarta hingga sekarang tak pernah surut. Para petani penggarap lebih tertarik mendapatkan uang yg “katanya” lebih menjanjikan dengan bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang maupun membuka warteg.
2. Jadi TKI
Diluar permasalahan yang kompleks, kerja jadi TKI dengan “janji surga” sangat menggiurkan.
3. Arus globalisasi
Tak dipungkiri, kuatnya arus globalisasi ini menjadi salah satu faktor penting. Dengan berkembangnya teknologi dan cepatnya informasi, membuat perubahan daya tarik para petani penggarap. Dahulu, para petani penggarap berasal dari semua kalangan, baik umur maupun jenis kelamin. Namun sekarang, para petani penggarap yg tersisa hanyalah para petani penggarap yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Para petani penggarap muda sudah tak mau lagi turun ke sawah. Ada gengsi yang kuat. Memang para petani penggarap yg dulu banyak dari kalangan muda adalah orang-orang yang kebanyakan putus sekolah atau menamatkan pendidikan maksimal sampai SMP saja.
Masih banyak lagi faktor yang menyebabkan minimnya para petani penggarap seperti halnya regulasi pemerintah dibidang pertanian, alih fungsi lahan, dan faktor-faktor lainya.
Faktor-faktor tersebut kemudian menjadi salah satu penyebab kurangnya hasil pertanian yg kemudian menyebabkan import bidang pertanian yg tak dapat dielakkan.
Entah ini sampai kapan akan terjadi, perlu adanya campur tangan bersama. Semoga cepat tertangani.

godaan duit

sayah tadi habis survei ke lokasi agunan. liat kondisi rumahnya, besar tapi bangunan sudah lama sekitar tahun 2000 an. tadi ngukur dan survei sama sang calon pembeli, kebetulan seorang keturunan cina. saat selesai, dia bilang: mas, bisa acc gak yah? tolong dibantu ya mas, ntar tenang ajah ada fee buat sampeyan. aku jawab ajah: “kita liyat nanti pak, saya hitung dulu, kalo memang layak dan memenuhi persyaratan ya insya allah bisa di acc, keputusan ada di pimpinan dan AO nya, saya cuman mbantu, pak. maaf, tidak ada fee buat sayah, sayah sudah di gaji perusahaan”.  dengan halus saya tolak tawarannya.

lokasi ke dua, rumah nya besar dan bangunan baru. menurut analisis saya, rumah ini layak dan harganya tinggi. saya kebetulan juga ketemu sama marketing dan calon pembelinya. ngobrol ngalor-ngidul sekitar 1 jam-an. saat mau pulang kembali lagi saya hendak dikasih duit: mas, ini buat sampeyan, tolong dibantu yah. saya jawab dengan jawaban sama seperti di lokasi survei pertama itu: pak, ndak usah pakai begituan, saya sudah digaji sama perusahaan sayah. kalo memang nilai propertinya memenuhi, insya allah ndak usah pakai gituan bapak bisa di acc. simapan saja.

hmmmm…begitulah kerjaan sehari-hari. penuh dengan godaan sana-sini. alhamdulillah masih bisa ditangkis. mungkin terlihat naif, tapi inilah sayah. tak mungkin saya menerima uang tanpa kerja. hal-hal seperti ini dimasyarakat seperti hal yang maklum adanya. beberapa minggu yang lalu, bahkan saya mau dikasih 2 juta/unit rumah yang sayah nilai dari developer. saya tolak mentah-mentah.

dibanding kerjaan lama dulu, kerjaan yang satu ini ibarat pohon toge yang kena badai *lebay*. banyak angin, banyak godaan yang mendera *hayah*. apapun keadaannya, inilah konsekuensi dari pilihan saya yang dahulu. semoga sayah tetep bisa istiqomah memegang amanat dan tetep idealis dan independen tak terpengaruh apapun. semoga Allah slalu membimbingku, amien.

*curhat lagi*  :mrgreen:

OTS (on the spot)

gak terasa udah hampir setahun sayah kerja di bank syariah. inget bagaimana dulu berjuang dari ribuan pelamar hanya 20 orang yang diterima. semarang, memang dikota itu masih banyak orang yang mencari pekerjaan yang menurut mereka “layak”. bagaimana dulu berjubel2 menunggu antrian wawancara. sampe delosoran dilantai. hmmm bener2 perjuangan tiada tara, hehe. ditambah lagi pengumuman yang tiap tahapan seleksi yang lamanya minta ampun. dari 5 tahapan seleksi dimana tiap tahap membutuhkan waktu yang lama hingga sekitar 4 bulan baru ada pengumuman akhir siapa saja calon pegawai bank syariah tersebut.

pun, begitu pendidikan selesai di pusat selama 2 minggu. kami yang lolos masih saja dipecah dan ditempatkan diberbagai wilayah di jateng. aku sendiri, ditempatkan di wilayah tegal. dekat banget sama rumah, pikirku waktu itu. brebes- tegal hanya 30 menit (menurutku, dekat). namun ternyata cabang tegal belum dibuka. dan aku “dititipkan” dulu disemarang. ada juga yang dititipkan di cilegon dan jogja.

kini, setelah cabang tegal buka sebulan yang lalu, aktifitas tidak sebanyak waktu masih “dititipkan” disemarang. walapun begitu, tidak serta merta sayah nganggur dan magabut (makan gaji buta) karena tiap hari (dari bulan februari penarikan dari semarang), slalu saja marketingan kesana kemari. walaupun posisi kerjaan sayah sebagai back office.
OTS atau survei lokasi tempat usaha merupakan salah satu jobdesk sayah. dengan job desk itu, memungkinkan sayah untuk tidak selalu bekerja dibelakang meja (yang kadang membosankan). karena saya harus selalu keluar untuk OTS jika ada permintaan dari unit lain. untung saja ada job untuk keluar jadi sayah tidak bosan dibelakang meja terus.

OTS itu menyenangkan, karena dari OTS itu sayah bisa lihat beberapa usaha orang dan sekaligus karakter orang tersebut. mengenal usaha calon nasabah, secara tidak langsung ada beberapa keuntungan yang bisa saya dapatkan. selain merupakan bagian dari pekerjaan, saya bisa tahu bagaimana orang memulai usaha dan mempertahankannya. terkadang, saya bisa mengenal secara rinci usaha dari calon nasabah yang saya kunjungi. itu sayah lakukan agar benar2 bahwa calon nasabah tersebut nantinya mampu mengangsur dari pembiayaan (konvensional:kredit) yang diajukan. tidak mungkin memberikan pembiayaan jika secara financial nasabah tidak mencukupi. itu akan memberatkan bagi nasabah. walaupun ada target realisasi pembiayaan, tidak serta merta mengucurkan dana dengan begitu mudah tanpa dilakukan pengecekan atas kemampuan nasabah.

banyak sekali godaan yang didapat ketika melakukan OTS. banyak dari nasabah yang sudah bankable biasanya ada yang berusaha menyogok petugas OTS (survei) seperti sayah. motifnya tak lain adalah agar pembiayaan sang nasabah di acc atau terealisasi. karena dengan tugas ini, saya bisa merekomendasikan pada bagian analis apakah usaha sang calon nasabah benar2 ada dan cukup untuk pembiayaan yang diajukan nasabah.

memang banyak godaan yang ada pada pekerjaan di sektor perbankan. karena disini banyak uang bersliweran, entah uang siapa, hehehehe…semoga saja sayah masih dapat mempertahankan idealisme sayah dan keimanan sayah dan tidak tergoda dengan sgala rayuan yang ada. karena sayah tidak mau jadi malinda dee ke 2, hehehehe merdeka!!!!!

*)curcol buosssssss

*_)masih belajar jadi bankers jujur!